News

Stok Beras RI Tembus 4,3 Juta Ton, Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Geopolitik

×

Stok Beras RI Tembus 4,3 Juta Ton, Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Geopolitik

Sebarkan artikel ini
Stok Beras RI Tembus 4,3 Juta Ton,
Niat Zakat Fitrah

KITAINDONESIASATU.COMKepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) Indonesia telah mencapai 4,3 juta ton hingga akhir Maret 2026.

Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah dan dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.

Peningkatan stok ini juga didukung oleh optimalisasi kapasitas penyimpanan, termasuk pemanfaatan gudang tambahan untuk menampung cadangan beras.

Pemerintah menargetkan jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga menyentuh 5 juta ton pada bulan berikutnya.

Baca Juga  Hari H Lebaran Tetap Lancar! Kakorlantas Ungkap Strategi Rekayasa Lalin yang Bikin Arus Terkendali

Keberhasilan swasembada beras yang diraih pada 2025 turut memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global.

Stabilkan Inflasi dan Perkuat Kemandirian Pangan

Cadangan beras yang dikelola oleh Perum Bulog menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Data mencatat lonjakan tajam dari sekitar 1,1 juta ton pada Maret 2024 menjadi 4,3 juta ton pada Maret 2026.

Kenaikan ini sebagian besar berasal dari penyerapan produksi dalam negeri yang terus dioptimalkan pemerintah.

Kondisi stok yang kuat turut berdampak pada stabilitas harga beras di pasaran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi beras secara bulanan hingga Februari 2026 tercatat relatif rendah dan terkendali.

Baca Juga  Kementan Alokasikan Rp23,61 Triliun Untuk Dukung Swasembada Beras, Ini Rinciannya Menurut Menteri Pertanian

Hal ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga dari tingkat produsen hingga konsumen selama hampir dua tahun terakhir.

Presiden Prabowo Subianto juga memberikan apresiasi atas upaya pengendalian harga pangan, terutama selama Ramadhan.

Pemerintah menilai sektor pangan sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa, sehingga upaya menjaga ketersediaan dan stabilitasnya menjadi prioritas di tengah tantangan global.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *