KITAINDONESIASATU.COM – Stella McCartney kini memiliki misi baru, “Save The Birds”, untuk menghilangkan bulu dari industri mode.
Setiap tahun, sekitar 1,5 miliar burung dibunuh untuk diambil bulunya oleh industri mode.
Di belakang panggung setelah peragaan busananya di Paris, di bawah Menara Eiffel, McCartney meluncurkan kampanye untuk mengungkap kekejaman ini.
Menurutnya, banyak orang tidak menyadari bahwa setiap bulu hiasan atau jaket berbulu berarti burung telah dibunuh, dan burung adalah makhluk yang dicintai banyak orang.
McCartney menyoroti bahwa industri burung unta Afrika Selatan saja menghasilkan sekitar 62.000 ton emisi karbon setiap tahun, dengan sekitar satu juta burung unta dibunuh.
Panggung mode, seperti peragaan busana Victoria’s Secret yang dulu menggunakan hingga 620.000 bulu, menjadi salah satu target kampanye.
Langkah positif datang dari Victoria’s Secret yang mengumumkan hanya akan menggunakan bulu palsu untuk pertunjukan pada 15 Oktober mendatang.
Pekan mode Kopenhagen, yang terkenal dengan standar etisnya, juga telah melarang penggunaan bulu.
Dalam peragaan busana McCartney yang dihadiri oleh mantan direktur kreatif Chanel, Virginie Viard, koleksi barunya bertajuk “Peace and Dove” menampilkan burung merpati yang dilukis tangan pada pakaian sutra, dengan lagu When Doves Cry dari Prince sebagai latar musiknya.
Strategi McCartney adalah menemukan alternatif mewah yang meniru bahan asli seperti kulit dan bulu.
Dalam koleksi terbarunya, terdapat gaun mini pastel yang terlihat seperti bulu namun dibuat dari nilon daur ulang, sementara aksesori burung merpati dibuat dari limbah elektronik.
Selain burung, McCartney memperkenalkan tas baru yang ramah hewan, Ryder, dengan desain yang terinspirasi dari tulang belakang kuda, terbuat dari kulit vegan berbahan dasar apel.
Desainer ini menegaskan bahwa “wanita Stella” memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sudut pandang berbeda terhadap dunia dan mode.- ***



