KITAINDONESIASATU.COM – Aktivitas Gunung Anak Ranakah di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan signifikan dan membuat semua pihak harus waspada.
Menyikapi potensi ancaman bahaya, Badan Geologi Kementerian ESDM memutuskan untuk menaikkan status gunung tersebut menjadi Waspada atau Level II, terhitung sejak 3 Desember pukul 08.00 WITA.
“Kenaikan status ini didasarkan pada peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau, dan kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya yang dapat ditimbulkan,” jelas Hadi Wijaya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, dalam pernyataan tertulis yang diterima media, dikutip Rabu 4 Desember 2024.
Berdasarkan catatan yang ada, dalam beberapa jam terakhir, terekam 18 kali gempa low-frequency, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan 25 kali gempa vulkanik dalam.
Selain itu, terdapat 57 kali gempa tektonik lokal dan 132 kali gempa tektonik jauh yang menunjukkan adanya aktivitas tektonik yang signifikan.
Menurut Hadi, meski kegempaan didominasi oleh gempa tektonik, peningkatan gempa low-frequency dan vulkanik menjadi perhatian utama.
“Gempa low-frequency yang meningkat pesat dibandingkan bulan Oktober 2024 menunjukkan adanya resonansi aliran fluida, seperti magma atau gas, yang mengisi rongga dan rekahan di bawah permukaan gunung,” ujar Hadi.
Proses ini terkait dengan peretakan batuan yang dipicu oleh suplai magmatik baik dangkal maupun dalam, yang menyebabkan perubahan tekanan di dalam tubuh Gunung Anak Ranakah.


