KITAINDONESIASATU.COM – Ada yang unik dalam aksi demo rakyat di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X temui masa diiringi alunan Gending Raja Manggala. Apa itu Gending Raja Manggala?
Awalnya Massa aksi di DIY menggelar demonstrasi di depan Mapolda DIY, yang sempat berujung ricuh hingga terjadi pembakaran mobil sebagai bentuk protes.
Di tengah memanasnya situasi, Sri Sultan Hamengku Buwono X keluar, terdengar iringan Gending Raja Manggala.
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @merapiuncover_ pada 30 Agustus 2025.
BACA JUGA : Demo Mahasiswa Ricuh, Halte Transjakarta Hangus Terbakar
Apa itu Gending Raja Mandala?
Gendhing Raja Manggala sendiri merupakan iringan tradisi Keraton Yogyakarta yang dimainkan saat Sri Sultan miyos atau hadir untuk menemui tamu kerajaan. “Raja Manggala” berarti pemimpin atau raja utama. Biasanya, gendhing ini dimainkan setelah seorang Abdi Dalem berseru “Rausss!” menandakan kehadiran Sultan.
Alunan gendhing dimulai dengan pembukaan bonang, kemudian dilanjutkan dengan irama I sebagai umpan, berganti menjadi irama II ketika Sultan sudah lenggah di dhampar.
Bagian ngelik kemudian dilantunkan dengan syair koor hingga berhenti pada bagian suwuk. Tradisi ini disajikan dalam bentuk soran maupun lirihan, mirip dengan Gendhing Prabu Mataram.
Kehadiran Sri Sultan yang diiringi gendhing sakral tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus penegasan kehadiran pemimpin di tengah rakyatnya yang sedang bergejolak.


