NewsBerita Utama

Diduga Sopir Mengantuk! Mobil Isuzu Panther Terbalik di Tol Jombang–Mojokerto, Begini Kondisi Korban

×

Diduga Sopir Mengantuk! Mobil Isuzu Panther Terbalik di Tol Jombang–Mojokerto, Begini Kondisi Korban

Sebarkan artikel ini
Sopir mengantuk di Jombang (Istimewa)
Sopir mengantuk di Jombang (Istimewa)

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah kecelakaan lalu lintas akibat sopir mengantuk terjadi di ruas Tol Jombang–Mojokerto, Jawa Timur, pada Senin 15 Desember 2025 pagi.

Sebuah mobil Isuzu Panther terguling setelah kehilangan kendali di Kilometer 672+700 jalur arah timur, tepatnya di wilayah Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Insiden ini mengakibatkan lima orang penumpang mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.50 WIB saat kendaraan melaju dari arah barat menuju timur.

Berdasarkan informasi awal dari kepolisian, mobil mendadak oleng sebelum menabrak tiang CCTV yang berada di median jalan. Benturan keras membuat kendaraan terbalik dan berhenti di tengah jalur tol.

Diduga Sopir Mengantuk

Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan bahwa faktor kelelahan pengemudi diduga menjadi penyebab utama kecelakaan tunggal tersebut.

Pengemudi dilaporkan kehilangan konsentrasi sehingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dengan baik. Kondisi jalan yang relatif lengang pada pagi hari turut memperbesar risiko terjadinya insiden serupa.

Akibat kejadian ini, seluruh penumpang mengalami cedera dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai dari luka di bagian wajah, kepala, hingga tangan.

Beberapa korban harus mendapatkan penanganan medis intensif, sementara lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Petugas dari Patroli Jalan Raya bersama kepolisian setempat segera melakukan pengamanan lokasi, mengevakuasi kendaraan, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *