KITAINDONESIASATU.COM – Siti Romlah gelisah. Pedagang gorengan di Pasar Minggu ini panik, lantaran tak memperoleh gas elpiji 3 kg hari ini, Jumat (31/1/2024).
Perempuan paruh bayah itu terlihat tengah menunggu tempe yang tengah digoreng. Warung sepetak yang ia gunakan berdagang, menyempil di antara kios-kios dan lapak pedagang Pasar Minggu.
Ia bertanya-tanya. Lantaran, langganannya yang rutin mengantar gas bersubsidi ke warungnya, hari ini absen.
Pedagang gas subsidi tak datang ke warung yang menjual kudapan serba gorengan ini.
“Saya gak tahu, apakah besok masih tidak dapat kiriman gas dari langganan saya,” kata perempuan asal Garut ini kepada kitaindonesiasatu.com, pada Jumat di Jakarta Selatan.
Dia katakan, sehari ia menghabiskan dua tabung untuk menggoreng kudapan ringan. Ia mendengar harga gas melambung menjadi Rp 35 ribu per tabung.
Ia menunjuk kios pedagang ayam potong letaknya persis di sebelah warungnya, dalam sehari menghabiskan 15 tabung gas subsidi.
Pedagang ayam potong itu bernama Riyan. Ia baru setahun menempati TPH (tempat pemotongan hewan) dari PD Pasar Jaya.
“Dalam sehari saya menghabiskan 200 ekor ayam,” ujar Riyan. Ia menempati kios tersebut bukan dengan cara menyewa biasa.
