News

Siswa SDN 02 Pesanggrahan Tewas Jatuh Dari Lantai 3 Gedung Sekolah

×

Siswa SDN 02 Pesanggrahan Tewas Jatuh Dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi pembunuhan. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang siswa SDN 02 Pesanggrahan, Jakarta Selatan, berinisial RM, 11, tewas akibat terjatuh dari lantai tiga gedung sekolah pada Rabu (11/12) kemarin, sekitar pukul 10.30 WIB. Korban diduga jatuh saat mencoba merosot di railing tangga menuju lantai dua.

Kapolsek Pesanggrahan, AKP Kresna Ajie Perkasa mengatakan, kejadian bermula saat korban yang baru selesai mengikuti pelajaran kelas berusaha turun dengan cara yang tidak aman. Di mana peristiwa itu terjadi saat jam istirahat.

“Korban mencoba duduk di pegangan tangga, seperti perosotan. Namun, ia tergelincir dan terjatuh dari lantai tiga,” kata Kresna, Kamis (12/12).

Baca Juga  Pria di Jombang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kolam Renang, Begini Kronologinya!

Akibat jatuhnya dari ketinggian, RM mengalami luka serius di bagian belakang kepala dan meninggal dunia di tempat. Meskipun sempat dilarikan ke RSUD, nyawanya tidak tertolong. “Luka di bagian kepala kanan belakang cukup parah, dan diperkirakan mengalami benturan keras,” ujar Kresna.

Pihak kepolisian telah memeriksa tiga saksi yang terdiri dari wali kelas, guru penjaskes, dan kepala sekolah untuk mengetahui lebih lanjut tentang kronologi kejadian. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memeriksa lebih lanjut sejumlah pihak terkait. “Memang dari pihak keluarga ada yang menerima, ada yang minta didalami,” imbuh Kresna.

Baca Juga  Kronologi Kecelakaan Tiga Motor di Jalan Tajem Sleman, Perempuan 65 Tahun Tewas Mengenaskan

Menurutnya, sang ayah meminta pihak Kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Terlebih, ayah korban sempat bersedia menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi jenazah. Namun, ia berubah pikiran dan mendesak polisi untuk mengusut penyebab kematian putranya.

“Jadi memang kalau dari kemarin dari pihak ayah itu, orang tua korban, sempat menandatangani untuk penolakan dilakukan otopsi. Cuma semalam ayah korban ini datang lagi untuk minta didalami kasus ini,” ungkapnya.

Kepolisian telah mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekolah tempat korban menempuh pendidikan. Hanya saja, CCTV itu tidak menampilkan secara jelas detik-detik korban terjatuh. Namun berdasarkan keterangan saksi-saksi peristiwa ini terjadi saat jam istirahat ketika korban hendak turun ke lantai dua dengan cara merosot di pegangan tangga (railing).

Baca Juga  Sempat Dilaporkan Hilang, Petani Ini Ternyata Tewas Dimakan Ular Piton 8 Meter

“Kami telah memeriksa tiga saksi yang terdiri dari wali kelas, guru olahraga dan kepala sekolah. Ini masih tahap pemeriksaan dulu. Itu baru kita periksa. Jadi nanti siapa yang kita panggil, nanti kita tentukan lagi,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *