Dengan adanya kegiatan ini, dr. Siti Nadia menekankan bahwa pemberian kacamata adalah bentuk bantuan, bukan pengobatan yang sepenuhnya ditanggung.
“Di dalam BPJS (kesehatan), pemberian kacamata ini merupakan bantuan, bukan pengobatan yang sepenuhnya ditanggung. Jadi, ini hanya tersedia satu kali dalam setahun dan bantuan ini bervariasi tergantung kelasnya; saat ini, kisarannya antara Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu, dengan lensa sudah termasuk,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, dr. Siti Nadia berkolaborasi dengan Gopapin dan Iropin untuk mencari solusi agar akses kacamata ini bisa dioptimalkan dengan bantuan dari BPJS. Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut.
Sementara itu, Perwakilan Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dr. Rochady Hendra, menyambut positif acara ini. Ia berharap program ini dapat terus berjalan di tahun-tahun mendatang.
“Saya merasa ini adalah hal yang membanggakan dan menyadarkan kita bahwa masih banyak masyarakat yang memerlukan bantuan,” ungkapnya.***
