News

Sinkronisasi Data Jadi Kunci, Dedie Rachim Soroti Tantangan Tata Ruang dan Aset di Bogor

×

Sinkronisasi Data Jadi Kunci, Dedie Rachim Soroti Tantangan Tata Ruang dan Aset di Bogor

Sebarkan artikel ini
Dedie Rachim
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat penandatanganan prasasti pembangunan rumah dinas dan gedung arsip Kantor Pertanahan Kota Bogor di Paseban Punta. (KIS/IST).

KITAINDONESIASATU.COM – Koordinasi lintas sektor dan sinkronisasi data kembali jadi sorotan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Menurutnya, berbagai agenda pembangunan kota mulai dari penataan trase jalan strategis hingga optimalisasi aset daerah tak akan berjalan maksimal tanpa pemahaman bersama antarinstansi.

Pernyataan itu disampaikan Dedie saat penandatanganan prasasti pembangunan rumah dinas dan gedung arsip Kantor Pertanahan Kota Bogor di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Senin 19 Mei 2025. 

Acara ini menjadi simbol sinergi antara Pemkot Bogor dan Kantor Pertanahan dalam memperkuat sistem pertanahan dan pengelolaan aset yang lebih modern dan tertib.

Baca Juga  Permintaan 10 Ton Sehari, Kota Bogor Siap Jadi Sentra Pisang Jumbo Merah

Adapun dua bangunan strategis tersebut berlokasi di Jalan Dadali dan merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas layanan pertanahan serta sistem dokumentasi yang lebih tertib dan modern. 

“Hari ini kita melakukan penandatanganan prasasti untuk rumah dinas dan gedung arsip Kantor Pertanahan Kota Bogor. Meskipun tidak dilakukan di lokasi, saya harap fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” ucap Dedie. 

Dedie menyoroti sejumlah tantangan pembangunan yang perlu diselesaikan secara lintas sektor, mulai dari penyelesaian trase dan penataan jalan strategis untuk pembangunan jalan Ring Road 2 dan 3, Bogor Outer Ring Road, dan Bogor Inner Ring Road.

Baca Juga  Ancaman Serius 27–28 Januari: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa

Menurutnya, seluruh rencana tersebut harus didasarkan pada data yang sama dan koordinasi lintas instansi yang kuat.

“Kita butuh pemahaman bersama agar program pembangunan yang dijalankan tidak saling tumpang tindih. Urusan trase ini penting untuk dikoordinasikan secara detil,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyinggung pentingnya optimalisasi aset daerah dan pendapatan asli daerah (PAD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *