KITAINDONESIASATU.COM – Silmy Karim baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (21/10). Salah satu catatan yang menjadi fokusnya adalah mengoptimalkan peran pembinaan terhadap warga binaan.
Silmy yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, mengaku akan melanjutkan program-program yang sebelumnya telah berjalan baik.
“Nah tentunya di sini ada penekanan-penekanan kembali baik di imigrasi maupun pemasyarakatan,” kata Silmy usai acara pelantikan Wakil Menteri di Istana Negara, Senin (21/10).
Menurut Silmy, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan, salah satunya lebih fokus kepada aspek pemasyarakatan. Seperti pengguna narkoba yang sifatnya untuk mengoptimalkan peran pembinaan terhadap warga binaan.
“Ada juga hal yang sedang didiskusikan kaitan dengan pembinaan. Warga binaan itu tidak harus di dalam rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan,” ujar Silmy.
Menurutnya, ada hal-hal lain yang bisa mengoptimalkan pembinaan agar hasilnya itu seperti referensi di luar negeri dan bisa diakukan di Indonesia. “Seperti dalam hal bekerja ataupun juga yang lain-lain yang di dalam koordinasi pembinaan. Mungkin itu,” lanjutnya.
Meski demikian, Silmy mengaku hal itu masih menjadi wacana dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan akan melihat terlebih dahulu kemungkinannya.
“Tetapi yang jelas bapak presiden semangatnya itu positif untuk hal ini. Salah satunya kan sebenarnya di dalam lapas itu kan fungsi pembinaan yang dikuatkan,” tutup Silmy. (*)


