News

Silang Pendapat Dua Pengamat, Apakah Pilkada Jakarta Dua Putaran?

×

Silang Pendapat Dua Pengamat, Apakah Pilkada Jakarta Dua Putaran?

Sebarkan artikel ini
Pramono Anung - Rano Karno Unggul di Quick Count Pilkada Jakarta 2024
Pasangan Pramono-Rano unggul di seluruh hasil survei hitung cepat (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Peluang Pilkada Jakarta 2024 memasuki putaran kedua sangat kecil.

Hal itu disampaikan Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis.

Berdasarkan hasil quick count dari beberapa lembaga survei, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, memperoleh lebih dari 50 persen suara.

Meskipun hasil survei menunjukkan perbedaan yang tipis, Agung menilai potensi Pilkada Jakarta untuk dua putaran tetap rendah.

Quick count Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat Pramono-Rano memperoleh 50,10 persen suara, sementara pasangan Ridwan Kamil-Suswono meraih 39,29 persen, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 10,61 persen.

Hasil quick count dari Charta Politika menunjukkan angka yang hampir serupa, dengan Pramono-Rano mencapai 50,15 persen, Ridwan-Suswono 39,25 persen, dan Dharma-Kun 10,60 persen.

Namun, hasil dari Litbang Kompas sedikit berbeda. Pramono-Rano memperoleh 49,49 persen, Ridwan-Suswono 40,02 persen, dan Dharma-Kun 10,49 persen.

Agung menjelaskan bahwa untuk menang dalam satu putaran, paslon gubernur harus memperoleh 50 persen plus satu suara. Jika tidak tercapai, Pilkada Jakarta akan dilanjutkan ke putaran kedua.

Meskipun demikian, mengingat beragamnya hasil quick count, Agung menyarankan publik untuk menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta.

Sementara itu, Igor Dirgantara, Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), mengingatkan bahwa klaim kemenangan satu putaran dari pasangan Pramono-Rano belum bisa dianggap valid karena hasil resmi dari KPU belum diumumkan.

Menurut Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2016, jika paslon tidak mendapatkan lebih dari 50 persen suara, maka Pilkada Jakarta akan dilanjutkan ke putaran kedua.

Igor menegaskan bahwa berdasarkan survei terbaru, pasangan Pramono-Rano belum mencapai angka 50+1 persen yang diperlukan untuk menang dalam satu putaran, sehingga kemungkinan Pilkada Jakarta 2024 akan berlangsung dalam dua putaran.

Ia juga mengimbau masyarakat Jakarta untuk tidak terjebak dalam deklarasi kemenangan satu putaran sebelum adanya pengumuman resmi dari KPU dan menunggu hasil dari real count KPU Jakarta.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *