News

Sidak Pasar Renteng: Dua Sampel Pangan Terindikasi Mengandung Boraks

×

Sidak Pasar Renteng: Dua Sampel Pangan Terindikasi Mengandung Boraks

Sebarkan artikel ini
FotoJet 53
Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar saat meninjau Pasar Renteng di Lombok. [Foto: Rdn/Andri-dpr.go.id]

KITAINDONESIASATU.COM – Komisi IX DPR RI menggelar Kunjungan Kerja Spesifik ke Pasar Renteng, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) guna memantau harga bahan pokok sekaligus memastikan keamanan pangan di pasar yang telah dibangun sejak 2021.

Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, mengungkapkan bahwa dari 27 sampel pangan yang diuji, dua di antaranya terdeteksi mengandung boraks, yaitu kerupuk dan mie basah.

“Kerupuk tersebut berasal dari Jawa, sedangkan mie basah diproduksi di Lombok Tengah dan masih dalam tahap penelusuran lebih lanjut,” ujarnya, seperti ditulis Parlementaria pada Kamis (27/2/2025).

Selain itu, pemeriksaan terhadap 15 toko di Pasar Renteng menunjukkan hasil yang positif, di mana tidak ditemukan makanan rusak maupun kedaluwarsa, sehingga seluruh toko dinyatakan memenuhi syarat keamanan pangan.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan pangan dan obat-obatan, BPOM turut mengoperasikan mobil laboratorium keliling serta menyebarkan brosur edukasi mengenai keamanan pangan, Cek KLIK, BPOM Mobile, dan contoh produk kosmetik serta obat tradisional ilegal yang mengandung zat berbahaya.

Pemerintah, melalui Sistem Ketahanan Pangan, berkomitmen untuk menjamin ketersediaan pangan yang aman, merata, dan terjangkau.

Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2017 menegaskan pentingnya pengawasan terhadap obat dan makanan, termasuk regulasi Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang diatur dalam UU No. 18 Tahun 2012.

Pengawasan dilakukan terhadap pangan olahan yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna tekstil, serta pangan kedaluwarsa atau tanpa izin edar (TIE).

“Komisi IX DPR RI mendorong adanya sinergi lebih erat antara pemerintah daerah, BPOM, dan instansi terkait guna memperkuat pengawasan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan yang sehat dan aman,” tutupnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *