News

Siapa Saja Sekutu Iran Jika Perang dengan Israel dan AS Meletus?

×

Siapa Saja Sekutu Iran Jika Perang dengan Israel dan AS Meletus?

Sebarkan artikel ini
Perang Israel-Iran
Perang Israel-Iran (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran melonjak tajam setelah AS, di bawah kepemimpinan Donald Trump, menyerang tiga situs nuklir strategis milik Iran. Serangan tersebut ditujukan ke fasilitas pengayaan Fordo, Natanz, dan Isfahan, menggunakan rudal serta bom penghancur bunker seberat 30.000 pon. Meski tidak ditemukan indikasi kontaminasi radioaktif, Organisasi Energi Atom Iran mengonfirmasi bahwa serangan benar-benar terjadi.

Trump menyatakan bahwa AS telah “menghancurkan sepenuhnya” situs nuklir Iran, sementara militer Israel dan Pentagon juga melaporkan kerusakan besar. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya serius untuk menyingkirkan ancaman nuklir dari Iran.

Situasi ini memicu pertanyaan global: jika perang skala besar pecah, siapa sekutu Iran yang akan terlibat?

Sejak dekade 1970-an, Iran membangun jaringan dukungan regional seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, berbagai kelompok milisi di Irak, dan Hamas di Palestina. Namun, menurut pakar King’s College London, jaringan ini kini rapuh dan lebih terfokus pada eksistensi masing-masing.

Analis dari Australia menyebut Iran dalam kondisi terlemah dalam 40 tahun terakhir. Israel telah berhasil melemahkan Hamas, dan runtuhnya rezim Assad di Suriah juga memutus jalur kuat Iran di kawasan. Kendati demikian, milisi Irak dan Houthi masih menunjukkan kekuatan, dengan kemungkinan bergabung jika Iran merasa terancam secara eksistensial.

Baca Juga  Tuntas! Jemaah Haji Terpisah Kini Telah Bergabung Menuju Makkah

Iran juga bisa mengambil langkah strategis seperti menargetkan pangkalan AS di Teluk dan menutup Selat Hormuz, jalur vital 20% distribusi minyak dunia.

Di luar kawasan, Iran mencoba memperluas pengaruhnya dengan pendekatan diplomatik ke negara-negara seperti Arab Saudi dan Mesir, meski dukungan militer dari mereka dipandang tidak mungkin karena hubungan kuat mereka dengan AS.

Sementara itu, Rusia dan Tiongkok—sekutu global Iran—hanya menunjukkan kecaman retoris terhadap serangan Israel. Rusia lebih fokus pada konflik di Ukraina, sedangkan Tiongkok historisnya enggan terlibat langsung dalam konflik Timur Tengah.

Baca Juga  Jelang Puncak Arus Balik Lebaran, Polri Siapkan Skema One Way

Perang terbuka antara Iran, Israel, dan AS bisa memperluas eskalasi secara cepat, namun kondisi sekutu Iran saat ini menunjukkan bahwa dukungan militer aktif terhadap Teheran masih minim. Dunia pun menahan napas menanti kelanjutan dari krisis yang makin panas ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *