… laman akhir
Nama lain yang muncul adalah Hussam Badran, yang selama ini menjadi juru bicara publik Hamas dan pernah memimpin sayap militer organisasi.
Badran juga merupakan salah satu dari sedikit tokoh Hamas yang masih hidup dan di kenal di dunia internasional.
Walaupun Schanzer menilai Badran sebagai kandidat yang tidak terduga, ia mungkin menjadi pilihan yang layak karena kurangnya kandidat alternatif yang kuat.
Mohammad Shabana, seorang pemimpin militer Hamas di Rafah, juga di sebut-sebut sebagai kandidat potensial.
Shabana berperan penting dalam merancang jaringan terowongan Hamas di Rafah yang selama ini menjadi salah satu taktik utama perlawanan Hamas terhadap Israel.
Dengan keahlian militer dan pengaruh yang kuat di Gaza selatan, Shabana bisa menjadi pilihan logis untuk mengambil alih kepemimpinan.
Siapa pun yang di pilih sebagai pemimpin baru Hamas, perannya akan sangat krusial dalam menentukan masa depan organisasi serta nasib konflik dengan Israel.
Pemimpin baru akan di hadapkan pada tantangan besar, baik dari segi tekanan internasional maupun dinamika internal di dalam Hamas. Yang dapat membawa kelompok ini ke arah yang lebih diplomatis atau sebaliknya. Memperpanjang siklus kekerasan yang telah berlangsung lama di Gaza.- ***
Sumber: New York Post


