KITAINDONESIASATU.COM – Memen peringatan HUT RI ke-80 tahun dipastikan menjadi momentum menarik untuk acara naik gunung bagi para pendaki di Indonesia.
Banyak gunung di Indonesia khususnya di Pulau Jawa yang asyik untuk didaki untuk liburan dan mengisi waktu penat bagi para pencinta petualangan gunung.
Di Pulau Jawa sangat banyak di jumpai gunung dengan alam yang Indah dan sangat aman untuk para pendaki pemula pada saat ini, dalam suasana musim kemarau.
Beberapa gunung yang familiar untuk para pendaki pemula seperti Gunung Penanggungan Mojokerto, Gunung Lawu Magetan-Karanganyar, Gunung Merapi Yogyakarta hingga Gunung Sindoro di Wonosobo maupun Gunung Merbabu Boyolali dll.
Jika Anda memilih Gunung Penanggungan sangat ideal untuk tujuan pendakian pada akhir pekan ini hingga liburan kara di Puncak Bayangan akan digelar upacara bendera perayaan 17 Agustus 2025 di atas ketinggian.
Gunung Penanggungan memiliki ketinggian 1,653 mdpl terletak di dua wilayah perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan yang terletak di sebelah selatan sekitar 55 km dari Kota Surabaya.
Pada perayaan 17 Agustus Gunung, gunung ini biasanya diserbu oleh para pendaki di sekitar Jawa Timur yang datang untuk melakukan pendakian sambil merayakan peringatan HUT RI yang digelar di Puncak Bayangan.
Jika Anda hendak mendaki Gunung Penanggungan pada malam perayaan HUT RI ke-80 yang jatuh pada hari Minggu, 17 Agustus 2025 ini harus datang lebih awal agar mendapatkan lokasi untuk ngecamp unutk menginap di Puncak Bayangan.
Dapat dipastikan pada liburan 17 Agustus 2025 akan mendapat serbuan dari para pendaki, oleh karena itu Anda harus datang lebih awal di kawasan ini agar mendapatkan lokasi memasang tenda di atas ketinggian 1,215 mpdl.
Puncak Bayangan merupakan kawasan savanna yang cukup luas untuk menginap sebelum Anda melanjutkan pendakian ke Puncak Gunung Penanggungan atau Puncak Pawitra yang memiliki perjalanan cukup ekstrem pada musim kemarau.
Upacara 17 Agustus 2025 biasanya akan digelar pagi sekitar pukul 07:00 – 08:00 WIB yang diikuti para peserta pendaki gunung yang menginap di kawasan Puncak Bayangan ini.
Namun karena banyaknya para pendaki, jika Anda datang terlambat misalkan datang pada malam hari pukul 23:00 WIB sebelum tanggal 17 Agustus, lokasi ini sudah dipenuhi para pendaki berkemah, sehingga Anda akan kesulitan memasang tenda.
Oleh karena itu direkomendasikan Anda tiba di Puncak Bayangan sebaiknya sebelum pukul 22:00 WIB sudah harus tiba di lokasi ini.
Jika Anda menginginkan mengikuti acara upacara 17 Agustusan di lokasi ini, akan lebih baik jika pada sore hari Anda sudah berada di Puncak Bayangan, bisa lebih leluasa memilih lokasi ngecamp.
Jika Anda hendak mendaki Gunung Penanggungan ada beberapa lokasi pendakian yang bisa Anda lewati untuk mencapai puncak, namun direkomendasikan pendakian dari jalur Tameajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang mudah diakses.
Anda bisa mempersiapkan diri sebelum mendaki, yang dilakukan di Pos 1 Tameajeng dengan membayar tiket dan mendaftar di pos untuk mendapatkan pembekalan sebelum Anda melakukan pendakian.
Untuk sampai di puncak Pasitra (Puncak Penanggungan) Anda akan melewati empat pos yang dimulai dari Pos 1 Tamiajeng, dilokasi ini Anda wajib melakukan pendaftaran atau pencatatan data diri Anda dan membayar biaya tiket sekitar Rp15 ribu per orang.
Pos 1 Tamiajeng selain menjadi pintu gerbang pendakian juga menjadi posko tim SAR yang melakukan pengawasan dan pertolongan kepada para pendaki yang menghadapi masalah di perjalanan.
Untuk itu sebelum naik dan turun Anda harus memberi tahukan ke petugas pencatatan di Pos 1 Tamiajeng.
Anda tak perlu bingung soal logistik makanan, minuman, di Pos 1 Tamiajeng banyak ditemui penjual makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau bagi para pendaki umum, mahasiswa maupun pelajar termasuk tempat parkir motor dan mobil yang aman selama 24 jam.
Dari Pos 1 ke Pos 2 pendakian dimulai dengan rute yang tidak terlalu berat, meski rute jalan setapak pelan-pelan terus naik, perjalanan akan semakin menyenangkan hingga di Pos 3, dari pos ini rute mulai naik cukup menguras tenaga hingga di Pos 4.
Selepas Pos 4 posisi tanjakan mulai terasa dan mulai berat karena kondisi fisik juga sudah mulai terkuras hingga lelah setelah melakukan perjalanan yang Anda tempuh sebelumnya dengan rute yang tidak ada turunnya.
Jika Anda melakukan perjalanan secara normal, dengan jalan pelan tidak terlalu memaksa dari Pos 1 Tamajeng hingga Pos 4 paling lama bisa di tempuh dalam waktu 3-4 jam.
Kemudian dari Pos 4 ke Puncak Bayangan diperkirakan akan memakan waktu paling lama 1-2 jam, dengan catatan Anda sudah banyak beristirahat sebentar, untuk beberapa langkah saja.
Oleh karena itu jika Anda hendak mendaki gunung sebaiknya mempersiapkan diri sebelumnya, dengan cara melakukan jalan pagi setiap hari untuk melatih otot-otot kaki agar tidak kaget dengan perjalanan tanjakan.
Untuk mendaki ke Gunung Penanggungan sebagiknya mempersiapkan diri dengan membawa logistik yang cukup, setidaknya membawa air mineral sebanyak 4 liter dengan makanan secukupnya karena di atas tidak ada air sumber.
Sedangkan untuk kebutuhan minum atau makanan lain Anda juga tidak perlu bingung karena di atas ada penjual air dan makanan ringan namun dengan harga yang cukup mahal, hingga 3-4 kali dari harga normal.
Mendaki ke Puncak Penanggungan yang paling utama dan wajib dipersiapkan adalah mendaki dari Puncak Bayangan diketinggian 1,215 Mdpl hingga puncak tertinggi Gunung Penanggunan atau Puncak Pawitra di ketinggian 1,653 mdpl.
Sebenarnya jarak Pos 1 Samiajeng di ketinggian 600 mdpl jika di tarik garis lurus hanya memiliki jarak sekitar 2,400 meter atau sekitar 2,5 km dan rute terberat adalah ketinggian 1,215 mdpl – 1,653 mdpl dengan tanjakan yang ekstrem.
Selain logistik air dan makanan ringan, menyusuri rute ini Anda harus mempersiapkan fisik dan bekal minuman yang cukup karena rutenya yang menanjak hingga mencapai 30-40 derajat bisa menguras tenaga dan nafas Anda di ketinggian tipis oksigen.
Selain jalannya berdebu dan batu pada saat musim kemarau seperti ini yang paling diwaspadai adalah bebatuan yang jatuh dari atas yang berasal dari kaki para pemanjat lain di atas Anda, ini yang sangat berbahaya untuk keselamatan bersama.
Dari sejumlah kasus yang terjadi banyak pemanjat yang mengalami luka-luka cukup serius akibat bebatuan yang jatuh atas hingga mengenai kepala pemanjat lain di bawah dan harus dievakuasi oleh tim SAR karena mengalami luka serius.
Oleh karena itu Anda harus hati-hati ketika sedang menapakkan kaki jangan sampai menekan batu-batu di rute yang tidak aman Anda lalui saat menuju ketinggian puncak Prawitra Gunung Penanggungan.
Batu yang terlepas dari atas meskipun hanya sebesar ibu jari jika mengenai kepala para pendaki lain yang ada di bawah bisa berakibat fatal hingga bisa menyebabkan pendarahan luar biasa.
Karena rute yang berdebu dan ekstrem seperti itu disarankan para pendaki bisa menggunakan pelindung kepala dan masker atau buff untuk menghindari debu yang beterbangan dan batu yang jatuh mengenai kepala.
Baik di Puncak Bayangan maupun di Puncak utama Gunung Penanggunan Anda bisa berkemah sekaligus bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan baik saat matahari terbenam atau sanset maupun melihat matahari terbit atau sunrise, dengan lampu gemerlap dari Kota Pandaan pada saat malam.
Pada bulan Juli hingga Agustus hingga September merupakan bulan yang paling tepat atau waktu terbaik untuk melakukan pendakian di gunung, namun tetap waspada suhu dingin yang harus dipersiapkan dengan pelindung penghangat tubuh yang memadai.
Beberapa catatan penting
- Membawa pelengkapan standar pendakian
- Membawa tenda dan jas hujan
- Pastikan kondisi banda Anda fit atau sehat
- Jangan sampai kekurangan persediaan logistik, khususnya air minum.
- Dilarang membawa minuman keras dan narkoba.
- Pikirkan sampah yang Anda bawa, sebaiknya sampah Anda di bawa kembali ke bawah saat turun dari gunung kumpulkan di Posko.
Saat mendaki
- Sebelum mendaki dan sedudah mendaki wajib lapor ke Posko atau Pos 1 pendakian.
- Amati tanda-tanda alam dengan seksama
- Jika ada bada atau petir segera matikan Ponsel
- Bersikaplah sopan disepanjang perjalanan termasuk sopan dengan alam sekitar
- Jangan memisahkan diri dari rombongan
- Hindari foto atau selfie di lokasi berbahaya
- Dilarang menyalakan petasan
- Dilarang mengonsumsi minuman beralkohol
- Sadar akan lingkungan hidup menjaga tanaman dan kebersihan sampah
- Jika menyalakan api, pastika api benar-benar mati saat di tinggalkan
- Dianjurkan berhati-hati saat turun tidak perlu berlari, bisa berbahaya bagi para pendaki sendiri maupun pendaki lainnya.
- Jika menemukan barang bukan miliknya harap melapor ke Posko yang ada.
Darurat/Emergency dan Rescue
- 085785847478
- 085259074956
- 085721352686
- 081229055715
- 085551118917
155.555 MHz. **

