KITAINDONESIASATU.COM – Menghadapi cuaca ekstrem yang membawa hujan deras dan angin kencang, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan tim lapangan.
Langkah tersebut diambil untuk mencegah kerusakan pada jalan dan sistem irigasi yang vital bagi mobilitas dan ketahanan kota.
Achmad Hidayatulloh, Kepala Tim Teknis Bidang Pemeliharaan Kebinamargaan PUPR, mengungkapkan bahwa timnya bahkan bersiaga di hari Minggu.
“Sudah dua bulan ini, selama Oktober dan November, hampir 60% anggota tim kami dipiketkan pada hari Minggu. Kami tidak hanya menangani jalan rusak pada hari kerja, tetapi juga siap sedia di hari libur,” kata pria yang akrab disapa Achamd kepada kitaindonesiasatu.com, Senin 2 Desember 2024.
Achmad menjelaskan bahwa saat ini sudah menangani beberapa ruas jalan yang terendam, seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Dadali, yang disebabkan oleh irigasi yang tidak mampu menyerap air secara maksimal.
“Saluran di kedua jalan ini sudah cukup, namun beberapa saluran tertutup sehingga tidak bisa menyerap air dengan baik. Selain itu, area tangkapan air juga berkurang, sehingga ketika hujan deras, air cepat meluap,” tambahnya.
Achmad juga menyoroti masalah lainnya, yaitu saluran irigasi yang tertutup sampah. “Kami sedang gencar melakukan normalisasi saluran agar air dapat mengalir dengan baik,” ujarnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa untuk jalan yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi atau pusat, Dinas PUPR hanya dapat berkoordinasi. “Kami tidak diam saja; kami tetap berupaya agar pihak Pemprov dapat membantu menangani jalan tersebut,” jelasnya.
Namun, Achmad juga mengakui bahwa meskipun mereka telah melakukan berbagai upaya, sering kali hasilnya tidak sesuai harapan karena curah hujan yang sangat tinggi.

