KITAINDONESIASATU.COM – Sherly Tjoanda, yang kini dikenal sebagai salah satu gubernur dengan harta terbesar, kembali jadi sorotan setelah kabar mengenai kepemilikan saham tambangnya mencuat. Sherly tidak menampik bahwa ia memang memiliki saham di sejumlah perusahaan tambang, sesuai pemberitaan yang ramai. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh aset tersebut berasal dari warisan almarhum suaminya dan bukan merupakan bentuk konflik kepentingan selama ia menjabat.
Ia menyampaikan, “Tentu sebelum dilantik, saya keluar dari semua kepengurusan perusahaan. Jadi, dari semua berita yang ada, benar saya punya saham dari milik almarhum saya yang sudah dimiliki dari 2018, 2020 bahkan di bawah tahun-tahun tersebut,” tuturnya.
Berdasarkan laporan LHKPN KPK, total kekayaan Sherly mencapai Rp709,7 miliar, yang sebagian besar merupakan peninggalan mendiang Benny Laos—pengusaha ternama di Maluku Utara. Sejumlah aset besar tersebut mencakup sektor perhotelan melalui Hotel Bela Ternate, bisnis pelayaran Bela Shipping, dan usaha perikanan di bawah Bela Group yang mengelola pengolahan tuna dengan teknologi cold storage untuk pasar ekspor.
Selain itu, Sherly juga mengungkap bahwa kepemilikan saham tambang yang ramai dibicarakan merupakan bagian dari harta warisan suaminya. Meski begitu, sejak resmi menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara, ia memastikan telah melepaskan seluruh jabatan pengelolaan tambang sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum. (*)



