KITAINDONESIASATU.COM – Rudal Israel menghantam Lebanon selatan memecah keheningan dini hari Senin, 23 September 2024. Akibatnya, lebih dari 270 orang tewas.
Serangan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman Israel tentang gelombang serangan baru terhadap kelompok yang didukung Iran di Lebanon, dengan peringatan bagi warga sipil untuk menghindari bangunan atau area yang digunakan Hizbullah untuk menyimpan senjata atau pejuang.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 270 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka dalam serangan tersebut, tanpa menyebutkan berapa banyak di antaranya yang merupakan militan. Korban termasuk wanita, anak-anak, dan paramedis.
Militer Israel melaporkan bahwa sedikitnya 35 roket atau pesawat nirawak ditembakkan dari Lebanon ke wilayah utara Israel. Roket-roket itu banyak yang jatuh di area terbuka atau berhasil dicegat. Media Israel menyebutkan setidaknya satu orang terluka akibat serangan itu.
Ketegangan meningkat setelah akhir pekan penuh baku tembak antara Israel dan Hizbullah, di mana Hizbullah meluncurkan lebih dari 100 roket ke Israel utara, menyebabkan beberapa orang terluka dan menciptakan kepanikan di daerah yang telah banyak ditinggalkan penduduknya.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Avichay Adraee, memperingatkan bahwa serangan terhadap lokasi yang digunakan Hizbullah akan segera dimulai, menyerukan penduduk untuk mengungsi.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Galant, menegaskan bahwa operasi militer akan terus dilakukan sampai penduduk utara dapat kembali ke rumah dengan aman.
Media Lebanon melaporkan bahwa banyak orang di Beirut dan wilayah selatan menerima peringatan untuk mengungsi melalui pesan otomatis.
Peringatan ini menyusul peningkatan serangan Israel terhadap Hizbullah setelah mereka mulai meluncurkan serangan roket dan pesawat nirawak setelah Israel merespons serangan Hamas di Jalur Gaza pada 7 Oktober.
Israel, dengan dukungan dari AS, telah meningkatkan serangan terhadap target-target yang diduga milik Hizbullah di seluruh Lebanon.
Pihak AS juga mengungkapkan kekhawatiran tentang kemungkinan pembalasan dari Hizbullah, mengingat situasi di Gaza yang telah menyebabkan kekhawatiran terhadap keselamatan pasukan AS di kawasan tersebut.
Eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah menjadi nyata dengan operasi rahasia Israel yang menargetkan perangkat komunikasi anggota Hizbullah di Lebanon, yang mengakibatkan puluhan kematian, termasuk beberapa tokoh penting Hizbullah.- ***
Sumber: CBS News

