News

Serangan Iran ke Pangkalan Militer di Qatar Membuat Jalanan Kota Macet

×

Serangan Iran ke Pangkalan Militer di Qatar Membuat Jalanan Kota Macet

Sebarkan artikel ini
Rudal Iran
Ilustrasi rudal Iran yang diluncurkan ke pangkalan militer AS di Qatar. foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Situasi dramatis terjadi di Timur Tengah, setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar pada malam hari kemarin.

Terkait serangan itu otoritas Teheran telah memberi tahu pihak Qatar sebelum melakukan serangan itu, sekitar 6 jam kemudian, presiden dan wakil presiden AS mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Sementara CNN menganalisis bahwa respons lemah Iran tampaknya hanya pertunjukan untuk menyelamatkan muka.

Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Doha, hanya 155 kilometer dari wilayahnya, pada malam hari.

Sedang pejabat Pentagon menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara AS mencegat total 13 rudal, dengan hanya satu rudal yang mendarat, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Suara tembakan dan ledakan dari sistem pertahanan udara yang mencegat rudal yang masuk terlihat jelas di langit Doha, tetapi orang-orang tidak panik dan mengambil foto serta melapor.

Pejabat Qatar menunjukkan bahwa Teheran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka akan meluncurkan serangan rudal.

The New York Times mengutip foto satelit dari Planet Labs yang menunjukkan puluhan pesawat diparkir di pangkalan tersebut pada awal Juni.

Israel mulai menyerang Iran pada tanggal 13, tetapi tidak ada pesawat yang terlihat di landasan pada pagi hari tanggal 23 Juni 2025.

The New York Times menggambarkan serangan Iran terhadap pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah tampaknya diperhitungkan dengan cermat untuk menghindari pembalasan dari Amerika Serikat.

Dilaporkan CNN bahwa Iran meluncurkan sejumlah rudal untuk menyerang target kosong dan memperingatkan beberapa jam yang lalu bahwa pangkalan-pangkalan ini dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal tercanggih di dunia.

Respons Iran terhadap serangan akhir pekan AS jelas dimaksudkan untuk meredakan konflik.

Kedutaan Besar AS di Qatar memberi tahu warga negara Amerika setempat untuk pergi ke tempat perlindungan sebelum serangan, dan otoritas Qatar menutup wilayah udara mereka satu jam sebelum rudal tiba.

Serangan rudal singkat Iran menyebabkan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait menutup wilayah udara mereka, yang kemudian kembali normal.

Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mengebom tiga fasilitas nuklir Iran pada tanggal 21 Juni 2025, namun serangan itu oleh pihak Iran diakui namun di lokasi itu kini kosong, karena semuai peralatan telah dipindahkan.

Masyarakat internasional khawatir tentang keterlibatan AS dalam serangan Israel terhadap Iran, yang kini semakin dikhawatirkan oleh banyak pihak.

Otoritas Teheran akan melancarkan tindakan balasan seperti biasa, termasuk menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah, melancarkan serangan teroris terhadap warga negara Amerika, dan menutup Selat Hormuz.(Selat Hormuz), dll

Serangan Iran terhadap Amerika Serikat seharusnya memengaruhi harga minyak mentah internasional.

Pasar memperkirakan situasi di Timur Tengah telah mereda dan tidak ada korban jiwa dalam tindakan Iran.

Harga minyak mentah AS turun 7,22% dan minyak mentah Brent London turun 7,18%.

Trump dan Wakil Presiden JD Vance mengumumkan secara terbuka bahwa Iran dan Israel akan melakukan gencatan senjata. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *