KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah dua kapal tanker minyak dilaporkan menjadi sasaran serangan di perairan dekat Irak.
Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa serta memicu kekhawatiran terkait keamanan jalur distribusi energi dunia.
Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya satu awak kapal meninggal dunia, sementara puluhan lainnya berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian.
Kronologi Serangan Kapal Tanker
Menurut informasi dari otoritas pelabuhan Irak, dua kapal tanker minyak diserang ketika berada di kawasan Teluk yang dekat dengan wilayah Irak. Hingga saat ini, penyebab pasti serangan masih belum dapat dipastikan.
Sebanyak 38 awak kapal berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat. Namun, proses pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan kemungkinan korban lain yang belum ditemukan.
Pihak berwenang juga belum mengungkapkan identitas maupun kewarganegaraan para awak kapal yang terlibat dalam insiden tersebut.
Dua Kapal Tanker Menjadi Target
Salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah tanker minyak berbendera Malta bernama Zefyros.
Kapal tersebut dilaporkan sedang bersiap memasuki pelabuhan Khor Al-Zoubair untuk memuat tambahan sekitar 30.000 ton nafta cair yang digunakan dalam industri petrokimia.
Kapal kedua yang diserang adalah Safesea Vishnu yang menggunakan bendera Kepulauan Marshall dan diketahui disewa oleh perusahaan asal Irak.


