News

Semeru Kembali Aktif, Gempa Letusan Bertubi-tubi Picu Ancaman Awan Panas

×

Semeru Kembali Aktif, Gempa Letusan Bertubi-tubi Picu Ancaman Awan Panas

Sebarkan artikel ini
a 6920588e7321d
Dok. Erupsi Gunung Semeru (BPBD Lumajang)

KITAINDONESIASATU.COM – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas intens. Dalam kurun waktu hanya enam jam, Sabtu (17/1) pagi hingga siang (06.00–12.00 WIB), gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 23 kali gempa letusan, memicu kewaspadaan tinggi di wilayah Lumajang dan Malang, Jawa Timur.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa puluhan gempa erupsi tersebut terekam dengan amplitudo berkisar 15–22 milimeter dan durasi gempa mencapai 95 hingga 174 detik. Aktivitas ini menandakan tekanan vulkanik yang masih kuat di tubuh Semeru.

Tak hanya itu, Semeru juga mencatat 11 kali gempa embusan dengan amplitudo 3–6 milimeter serta durasi hingga 99 detik. Bahkan, tercatat pula tiga gempa tektonik jauh dengan amplitudo maksimal 20 milimeter, menambah daftar panjang aktivitas kegempaan gunung berstatus siaga tersebut.

Dari pengamatan visual, puncak Gunung Semeru dilaporkan tertutup kabut tebal, mulai dari level 0-II hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati, sementara kondisi cuaca didominasi mendung hingga hujan, dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut.

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak, yang menjadi jalur utama potensi awan panas.

Baca Juga  Bahlil Ancam Cabut Izin KKKS yang Belum Rancang Pengembangan Lapangan Migas

Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Pasalnya, ancaman awan panas dan aliran lahar berpotensi meluas hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.

PVMBG juga menegaskan larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, mengingat risiko tinggi lontaran batu pijar yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Warga di sekitar Semeru diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang bermuara dari kawasan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *