KITAINDONESIASATU.COM – Kebutuhan bahan pokok diprediksi melonjak drastis saat Ramadan hingga Lebaran 20026 M/1447 H. Mulai dari daging sapi, ayam, telur sampai bawang merah diperkirakan bakal diburu masyarakat.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengungkapkan lonjakan konsumsi pangan memang selalu terjadi menjelang bulan puasa. Bahkan, peningkatan paling tinggi diperkirakan terjadi pada komoditas telur yang mencapai 7,5 persen. Disusul daging sapi dan kerbau serta bawang putih masing-masing 3,57 persen, cabai rawit 3,02 persen dan bawang merah 2,89 persen.
Angka tersebut belum final. Menurut Uus, permintaan kemungkinan masih akan naik lagi mendekati Idulfitri, saat tradisi belanja kebutuhan dapur meningkat tajam.
Menjelang Lebaran, kebutuhan telur ayam bahkan diperkirakan melonjak hingga 17,20 persen. Daging ayam ikut terdongkrak 10,77 persen, bawang merah 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, dan cabai rawit 9,18 persen.
Meski permintaan diprediksi melonjak, Pemprov DKI memastikan stok pangan masih aman. Perumda Dharma Jaya menyiapkan cadangan daging sapi 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton serta 1.010 ekor sapi hidup.
Untuk komoditas lain, tersedia telur ayam 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, dan bawang putih 48 ton. Minyak goreng tercatat 625 ton dan gula pasir 437,4 ton.
Sementara beras menjadi stok terbesar dengan total 182.172 ton, terdiri dari Pasar Induk Beras Cipinang 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, dan cadangan Bulog 141.823 ton ditambah Pasar Jaya 261 ton. Angka tersebut bahkan melampaui target cadangan hari besar keagamaan sebesar 18.000 ton.
Pemprov DKI telah menggelar rapat khusus untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan. Koordinasi lintas BUMD pangan juga diperkuat agar masyarakat tidak khawatir kehabisan bahan pokok saat Ramadan dan Lebaran nanti. (*)


