Sekitar pukul 14.00 WIB, debit air tiba-tiba meningkat drastis akibat hujan deras di hulu sungai. Arus kuat menyeret enam mahasiswa yang tidak sempat menyelamatkan diri. Warga yang melihat kejadian itu segera melakukan pertolongan dan melapor ke tim SAR.
Sembilan mahasiswa berhasil menyelamatkan diri, sementara enam lainnya dilaporkan hanyut terbawa arus deras. Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan selama dua hari hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Upaya dan Evaluasi
Kepala Basarnas Semarang menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban serta mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
“Pencarian dilakukan siang dan malam. Kami bersyukur seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi alam, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai pada musim hujan.


