Ia sempat mengatur ulang menu harian, termasuk mengurangi kopi dan krim, namun keluhan tak kunjung membaik. Keputusannya untuk memeriksakan diri ke dokter menjadi titik balik yang mengubah segalanya.
Saat tersadar dari bius, sang ahli gastroenterologi menyampaikan kabar tak terduga dengan nada selembut mungkin: sel kanker ditemukan dalam tubuhnya.
James mengaku sangat terpukul saat pertama kali mendengar vonis tersebut. Ia merasa tubuhnya selama ini prima, dengan kondisi kardiovaskular yang kuat dan kebiasaan makan yang ia yakini sudah cukup sehat.
Namun, pengalaman ini justru membuka matanya bahwa definisi “makan sehat” selama ini perlu ia pahami ulang secara lebih mendalam.
Selain beban fisik dan administrasi yang menyita waktu, bagian paling berat dari perjalanannya melawan kanker kolorektal adalah saat ia harus menyampaikan kabar ini kepada orang-orang terdekat.
Sebagai seorang yang terbiasa menjadi tempat bergantung dan pelindung bagi keluarga, mengakui bahwa dirinya tengah rapuh menjadi tantangan emosional tersendiri.
