KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah rumah di Los Angeles yang terletak di dekat Pacific Coast Highway mengalami kehancuran akibat tanah longsor.
Bencana ini dipicu oleh limpasan air dari petugas pemadam kebakaran yang menangani kobaran api besar dan runtuhnya lereng bukit di sekitarnya.
Meskipun sempat hampir selamat dari kebakaran, rumah tepi laut senilai $2 juta tersebut akhirnya terbelah dua akibat longsor pada Jumat, 17 Januari 2025.
Bryan Kirkwood, seorang penjaga keamanan yang bertugas melindungi properti dari penjarahan, mengungkapkan bahwa longsor itu kemungkinan berasal dari rumah tetangga.
“Ini masalah besar,” ujarnya.
Rumah tersebut berada di lokasi rawan akibat kebakaran hutan yang baru saja melanda wilayah tersebut.
Mark Pestrella, Direktur Pekerjaan Umum Los Angeles County, memperingatkan warga agar berhati-hati saat kembali ke rumah mereka, terutama jika berada di dekat lereng bukit yang kini rapuh.
Ia menyebut bahwa tanah di sekitar rumah telah kehilangan kestabilannya, meningkatkan risiko longsor dan aliran lumpur bahkan di luar musim hujan.
Menurut ahli hidrologi dari National Weather Service, Jayme Labor, area bekas kebakaran membutuhkan waktu lima hingga tujuh tahun untuk pulih sepenuhnya. Risiko tanah longsor pasca-kebakaran tetap tinggi, dengan potensi kerusakan besar pada bangunan, infrastruktur, dan bahkan mengancam keselamatan jiwa.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) juga menegaskan bahwa kebakaran hutan secara signifikan meningkatkan ancaman longsor.
Tanah longsor pasca-kebakaran dapat terjadi tanpa peringatan dan membawa beban besar yang merusak apa pun di jalurnya. Di tengah kondisi tersebut, warga diimbau tetap waspada dan memantau keamanan properti mereka.- ***
Sumber; New York Post


