Selain memasang sarana peringatan, personel juga melakukan patroli rutin dan memberikan edukasi langsung kepada pengunjung, terutama keluarga dengan anak-anak, agar tidak mandi di laut meski cuaca tampak cerah.
“Cuaca cerah bukan jaminan laut aman. Di pantai selatan, ombak bisa tiba-tiba besar karena arus Selatan yang dipengaruhi cuaca ekstrem di Samudra Hindia,” terang Aep.
Berdasarkan data BMKG yang dipantau tim di lapangan, kondisi laut pada hari pelaksanaan menunjukkan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 9,1 km/jam—kondisi yang memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama bagi wisatawan yang tidak terbiasa dengan karakter pantai selatan Jawa.
Sat Polairud Polres Garut mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Garut untuk:
-Tidak berenang atau bermain di air di area yang dipasangi bendera merah
-Mematuhi arahan petugas di pos pantau
-Mengawasi anak-anak secara ketat
-Menghindari berdiri terlalu dekat dengan bibir pantai saat ombak datang.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami hadir bukan hanya untuk mengawasi, tapi untuk melindungi,” tegas IPTU Aep.



