KITAINDONESIASATU.COM – Tiga pekerja pabrik kulit asal PT Adira Semesta Industry di Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditemukan tewas setelah terjatuh ke dalam sumur limbah pabrik yang diduga mengandung zat beracun.
Peristiwa tragis ini terjadi saat para korban sedang melakukan pekerjaan perbaikan pada pompa di dalam sumur limbah yang berukuran 1×2 meter dengan kedalaman 4 meter.
Berikut adalah dugaan mengapa ketika pekerja tersebut tewas, sebagaimana disampaikan Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian.
Proses Evakuasi Berisiko Tinggi
Menurut Ade Dian, kondisi di lokasi sangat berbahaya karena kadar gas hidrogen sulfida (H₂S) di sekitar sumur mencapai 100 ppm (parts per million), yang berpotensi langsung membahayakan nyawa dan kesehatan.
“Gas H₂S dapat menyebabkan kelumpuhan saraf pusat, sesak napas, pembengkakan paru-paru, serta merusak saluran pernapasan. Dalam konsentrasi tinggi, efeknya bisa fatal dalam waktu singkat,” jelas Ade.
Proses evakuasi korban yang dilakukan oleh tim SAR Bandung juga diwarnai risiko tinggi.
Ia menjelaskan, tim penyelamat harus menggunakan peralatan khusus untuk menghindari paparan gas beracun tersebut.
“Gas H₂S ini sangat berbahaya, dapat menumpulkan fungsi penciuman, sehingga korban sering tidak menyadari keberadaannya hingga terlambat,” ujar Ade.


