KITAINDONESIASATU.COM – Istilah kecelakaan adu banteng belakangan ini semakin popular, lantaran seringnya peristiwa kecelakaan semacam ini.
Kecalakaan adu banteng terjadi justru pada saat lalu lintas sepi, pengendara memacu kendaraannya seperti yang terjadi wilayah Kebomas, Kamis (21/11/2024).
Kecelakaan adu banteng terjadi di Jalan Raya Mayjen Sungkono, Gumolantung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Kecelakaan melibatkan dua sepeda motor terjadi tengah malam pukul 23:00 WIB antara Honda Scoopy L 6959 OV dan Honda Supra Vit W 2983 JS.
Menurut informasi kecelakaan terjadi antara Supra Fit dikendarai Afandi (48) warga Kedayang, Kebomas dengan M Hadi (21) warga Gulomantung, Kebomas.
Kronologi terjadinya kecelakaan itu bermula dari pengendara Scoopy yanpa mengenakan helm melaju dari arah barat ke arah timur.
Saat itu kendaraa Scoopy melaju di jalan raya yang lurus dengan haluan terlalu ke kanan, hingga nelebisi garis pembatas jalan, dengan kecepatan tinggi.
Sementara dari arah berlawanan melaju Supra Fit dikendarai Afandi juga tanpa mengenakan helm juga.
Kedua sepeda motor tiba-tiba bertabrakan adu banteng hingga terjadi benturan keras dan menyebabkan pengendara Scoopy M Hadi wafat saat dirawat di RSUD Ibu Sina Gresik.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Achmad Andri Aswoko mengungkapkan kecelakaan terjadi lantara jarak kedua terlalu dekat sehingga tidak bisa menghindar hingga bertabrakan.
“Korban meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit, untuk itu pengendara perlu berhati-hati apalagi sekarang memasuki musim penghujan,” jelas Aswoko.
Banyak kecelakaan terjadi lantara menggeber kendaraannya agar cepat sampai lantaran buru-buru karena turun hujan, hingga berakibat fatal.
Memasuki musim hujan Aswoko menghimbau kepada pengendara agar bersitirahat sejenak jika tidak siap dengan turunnya hujan, hingga hujan reda.
“Saat berkendara sekira cuaca tidak memungkinkan dihimbau agar beristirahat sejenak menunggu hujan reda dan tetap mematuhi rambu lalu lintas,” pungkasnya. **


Respon (1)