KITAINDONESIASATU.COM – Fenomena Supermoon merupakan peristiwa ketika bulan purnama berada pada jarak paling dekat dengan Bumi atau perigee dalam orbit elipsnya.
Sehingga bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya saat dilihat dari permukaan Bumi, pemandangan ini bakal terjadi di langit Indonesia Rabu, 5 November 2025.
Anda silakan bersiap untuk menyambut dan menyaksikan fenomena alam yang cukup langka terjadi ini pada puncak bulan purnama pada pukul 20:19 WIB, dimana pada jam ini posisi jarak paling dekat dengan bumi.
Menurut situs timeanddate.com disebutkan dalam kondisi ini bulan akan tampak hingga 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama biasanya.
Dalam fase ini orbit bulan tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elipz dimana Bulan berada lebih dekat dengan bumi atau lebih jauh dengan bumi.
Maka ketika bulan purnama bertepatan dengan posisi terdekat dengan Bumi maka bulan akan memantulkan cahaya lebih kuat dengan pancaran lebih terang dari biasanya.
Menurut LiveScience fenomena ini Bulan tampak lebih besar terutama saat terbit dari arah Timur, efek visul dalam menikmati supermoon berlangsung sekitar 30-60 menit setelah matahari terbenam.
Saat itu warna langit memancarkan gradasi senja dan Bulan mulai muncul perlahan dengan bulat dari terbit dari Timur.
Asal usul istilah Supermoon pertama kali dipopularkan oleh Richard Nolle seorang astrolog Amerika pada tahun 1979.
Secara astronomi istilah resminya disebut dengan Perigee Full Moon yang berarti bulan purnama di titik terdekat dengan bumi yang berjarak sekitar 356.000 km sementara titik terjauh dari bumi sekitar 406.000 km.
Maka ketika bulan purnama bertepatan dengan perigee maka muncullah Supermoon, suasananya bulan terasa lebih terang dari biasanya.
Adapun ciri-ciri Supermoon biasanya bulan terlihat lebih besar mencapai 14 persen dari bulan purnama biasanya, terlihat 30 persen lebih terang akibat pantulan cahaya lebih kuat, terjadi 3-4 kali dalam setahun, ukuran akan terasa lebih jelas jika bulan baru terbut di cakrawala timur akibat adanya ilusi optik yang membuat tampak lebih besar dekat dengan horizon. **


