NewsBerita Utama

Sadis! Kematian Putri Siswi SMA Sumobito Dirudapaksa Pacar dan Dua Orang, Lalu Dilempar ke Sungai

×

Sadis! Kematian Putri Siswi SMA Sumobito Dirudapaksa Pacar dan Dua Orang, Lalu Dilempar ke Sungai

Sebarkan artikel ini
korban perkosaan jombang
Para tersangka dan jasad korban serta foto kenangan korban semasa hidup. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Sungguh menyedikan nasib almarhum Putri Regina Amanda (18) salah satu pelajar SMA di Jombang ini, menjadi korban rudapaksa dan dianiaya, tubuhnya dilempar ke sungai.

Polres Jombang akhirnya mengungkap, kasus kematian pelajar kelas 3 SMA YPM Sumobito ini, yang ternyata dihabisi oleh pacarnya sendiri bersama dua orang lainnya.

Sadisnya sebelum dihabisi warga Dusun Sebani, Sumobito ini, paksa meminum miras lalu dirudapaksa secara bergantian kemudian dibunuh dengan cara di aniaya lalu tubuhnya dilempar ke sungai.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra menjelaskan para pelaku berjumlah tiga orang salah satunya adalah pacar korban dan dua orang temannya.

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Sudah Mencurigai Beberapa Orang

Ketiganya adalah Adiansyah Putra (18) pacar korban warga Desa Sembung Perak, Jombang, Achmad Troriq (18) pelajar SMA warga Klepet, Kujang Kediri dan Lutfi Inahu (32) warga Kujang, Kediri, ketiganya ditangkap Rabu (12/2/2025).

Menurut AKP Margono semulai korban di bawa ke rumah Toriq sang pacar kemudian dipaksa minum miras pada Senin (10/2/2025).

Baca Juga  Nanang Gimbal Habisi Aktor Sandy Permana Berawal dari Cekcok di Rapat RT

Kemudian pada malam harinya korban dibawa ke sebuah persawahan di Dusun Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang yang berjarak sekitar 19 km.

Di lokasi persawahan itulah kemudian korban Putri secara bergiliran dirudapaksa oleh ketiga pelaku, namun putri melakukan perlawanan.

Perlawanan Putri kemudian dibalasa dengan pukulan oleh tersangka hingga korban mengalami pendarahan dalam perut dan luka pukulan benda tumpul di bagian keningnya.

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Menduga Korban Dijeburkan ke Sungai Masih Hidup

Lebih jauh Kasad Reskrim Margono menjelaskan usai merudapaksa korban lalu barang korban berupa sepeda motor Honda Vario dan Ponsel milik Putri dirampas sang pacar Putra.

Sementara dua temannya lutfi dan Toriq membawa korban dan membuannya ke sebuah sungai di Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri yang berjarak sekitar 12 km meter dari lokasi tempat korban di rudapaksa dan dibunuh.

Baca Juga  Gudang Garam Lakukan PHK Ribuan Buruh!

Korban dibuang menurut Margono dengan maksut menghilangkan jejak, kemudian korban dibuang ke sungai dalam kondisi tak berdaya dan masih hidup, hingga putri meninggal karena tenggelam di sungai.

Itu sebabnya hasil pemeriksaan dari tim medis, meskipun korban mengalami luka bagian kepala dan perut namun penyebab kematian bukan karena itu, tetapi karena tenggelam.

Seperti kita ketahui kemudidian pada Selasa (11/2/2025) pagi pukul 06:00 WIB jesad Putri ditemukan warga di Kanal Turi Tunggorono, Dusun Peluk, Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Saat ditemukan korban mengenakan sweater warna kuning dengan celana panjang warna hitam, sehari-hari korban tinggal bersama sang ayah karena ibu kadung Putri juga baru saja meninggal dunia.

Seperti kita ketahui sebelumnya korban berpamitan hendak COD (Cash on Delivery) dengan seseorang membawa sepe motor Vario, Minggu (10/2/2025).

Misteri Mayat Mengambang di Sungai Terungkap, Ternyata Siswi SMA Megaluh Jombang

Namun pasca berpanitan itu hingga malam tidak kunjung pulang dan ponselnya juga tidak bisa dihubungi.

Baca Juga  Kasus Pembunuhan Keluarga Guru, Dilakukan Adiknya Sendiri Pinjam Uang

Suwardi kemudikan menceritakan jika hari Minggu (10/2/2025) sekitar pukul 16:00 WIB, tujuannya COD-an, dia mau lulusan sekolah, saat ini ia duduk dikelas 3 SMA.

Bahkan saat itu ayah korban berpesan untuk tidak pulang larut malam, setelah beberapa saat mengendarai Hoda Vario korban dihubungi ayahnya tidak aktif.

Korban berulang-ulang tidak tersambung, jam 20:00 WIB malam ditelepon tidak aktif, jam 21:00 WIB dan jam 22:00 WIB juga tidak aktif.

Hingga akhirnya sekitar jam 01:00 dini hari korban kembali dihubungi telepon berdering tetapi tidak diangkat.

Seluruh keluarga cemas malam itu, mengingat ibu korban juga baru saja meninggal, hingga seluruh keluarga korban cemas sampai tidak bisa tidur semalam, mungkin terjadi hal-hal aneh.

Namun yang mengagetkan Suwardi tahu-tahu ada kabar pagi-pagi, Senin (11/2/2025) adanya penemuan mayat seorang wanita mengapung di sungai di Dusun Peluk, Megaluh yang ternyata jasad Putri. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *