KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Senin (29/6/2026) siang.
Mata uang Garuda bergerak positif terhadap dolar Amerika Serikat setelah sempat berada dalam tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data pasar, rupiah spot berada di level Rp17.863 per dolar AS pada pukul 12.13 WIB. Posisi tersebut mencerminkan penguatan sebesar 0,33 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yang berada di angka Rp17.922 per dolar AS.
Pergerakan rupiah ini sejalan dengan tren sejumlah mata uang Asia yang mayoritas berhasil menguat terhadap dolar AS.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya sentimen positif di pasar regional, meskipun indeks dolar masih berada dalam posisi yang relatif stabil.
Pergerakan Mata Uang Asia di Tengah Penguatan Rupiah
Pada perdagangan hari ini, ringgit Malaysia menjadi mata uang Asia dengan penguatan paling besar terhadap dolar AS.
Setelah itu, rupiah berada di posisi berikutnya bersama peso Filipina, baht Thailand, rupee India, dan yuan China yang juga mencatat kenaikan nilai.
Di sisi lain, tidak semua mata uang kawasan berhasil mempertahankan tren positif.
Won Korea mengalami pelemahan cukup dalam, diikuti dolar Taiwan, yen Jepang, dolar Hong Kong, serta dolar Singapura yang bergerak turun terhadap dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar yang menjadi indikator kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia tercatat berada di level 101,36. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya.





