News

Rumah Sakit Ulin dan MAS Terganggu Keterlambatan Pembayaran BPJS

×

Rumah Sakit Ulin dan MAS Terganggu Keterlambatan Pembayaran BPJS

Sebarkan artikel ini
RSUD Ulin Banjarmasin (ist)
RSUD Ulin Banjarmasin (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin dan Rumah Sakit Mohammad Ansari Saleh (RS MAS), saat ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. 

Kedua rumah sakit tersebut berhasil mencapai target pendapatan, dengan RSUD Ulin menjadi yang paling menonjol. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, Jumat (10/1/2025).

Meski demikian, Paman Yani—sapaan akrabnya—menyampaikan adanya masalah yang cukup mengganggu meskipun pendapatan rumah sakit sudah baik. 

Menurutnya, sekitar 90 persen pendapatan kedua rumah sakit tersebut berasal dari kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

Namun, ia menilai BPJS seringkali terlambat dalam membayar tagihan rumah sakit. 

“Ini yang menjadi persoalan utama, karena keterlambatan pembayaran oleh BPJS menyebabkan rumah sakit kesulitan dalam mengelola arus kas,” ujar Paman Yani.

Lebih lanjut, Paman Yani menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran yang sudah mencapai tiga bulan dapat menyebabkan rumah sakit mengalami kesulitan keuangan. 

“Jika pembayaran terlambat tiga bulan, rumah sakit akan kesulitan mencari dana tambahan untuk operasional, yang tentunya bisa mengganggu pelayanan kepada pasien,” tambahnya.

Karena itu, Komisi II DPRD Kalsel berencana mengadakan pertemuan dengan pihak BPJS untuk membahas dan mencari solusi atas masalah ini. “Kami berharap BPJS dapat bekerja dengan lebih efisien dan tepat waktu agar kerjasama antara rumah sakit dan BPJS berjalan lancar,” tegas Paman Yani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *