News

Ruang Digital Makin Ketat, Kemenag Genjot Literasi untuk Siswa dan Santri

×

Ruang Digital Makin Ketat, Kemenag Genjot Literasi untuk Siswa dan Santri

Sebarkan artikel ini
Thobib kemenag scaled
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar. (Dok. Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Era baru perlindungan anak di dunia digital resmi dimulai. Pemerintah melalui PP Tunas yang berlaku sejak 28 Maret 2026 langsung disambut serius oleh Kementerian Agama  (Kemenang), dengan langkah besar memperkuat literasi digital bagi jutaan siswa dan santri di seluruh Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, lebih dari 13 juta siswa madrasah dan santri kini jadi fokus utama dalam misi besar ini. Kemenag ingin memastikan generasi muda tidak hanya melek teknologi, tetapi juga punya etika dan karakter kuat saat berselancar di dunia digital.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyebut momen ini sebagai titik penting untuk membangun generasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Kami ingin siswa dan santri mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, bukan sekadar jadi pengguna, tapi juga pembawa nilai positif,” ujarnya.

Strateginya pun tidak main-main. Literasi digital akan langsung diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di madrasah, pesantren, hingga lembaga pendidikan keagamaan. Materi yang diajarkan mencakup etika digital, kemampuan memilah informasi, hingga penguatan nilai-nilai agama sebagai benteng moral di dunia maya.

Tak hanya di ruang kelas, Kemenag juga menggerakkan para guru, penyuluh agama, dai, hingga khatib untuk turun langsung memberikan edukasi digital ke masyarakat. Kolaborasi lintas pihak pun diperkuat demi menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.

Sementara itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa keberhasilan PP Tunas tak bisa hanya bergantung pada sekolah. Peran keluarga juga jadi kunci utama.

“Kita ingin ruang digital menjadi tempat yang aman, sehat, dan mendidik. Karena itu, orang tua juga harus ikut melek digital,” ujarnya.

Dengan kekuatan jutaan siswa dan santri, Kemenag optimistis bisa membangun budaya digital yang beretika, beradab, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *