News

RPJMD Kota Bogor 2025–2029 Fokus Tangani Stunting, Kemiskinan hingga Kesehatan Mental

×

RPJMD Kota Bogor 2025–2029 Fokus Tangani Stunting, Kemiskinan hingga Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini
raker
Rapat kerja dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy, serta sejumlah anggota DPRD Kota Bogor lainnya, seperti Said Muhammad Mohan, Safrudin Bima, Anita Primasari Mongan, dan Eka Wardhana. (KIS/IST)

KITAINDONESIASATU.COM– Pemerintah Kota Bogor tengah menyusun arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang mengangkat berbagai isu krusial dan strategis, mulai dari persoalan sosial seperti kemiskinan dan pengangguran, hingga persoalan kesehatan seperti stunting, AIDS, Tuberkulosis, dan kesehatan mental.

Isu-isu tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang RPJMD Kota Bogor 2025–2029 yang digelar di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Rabu 9 Juli 2025 kemarin. Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Denny Mulyadi menyampaikan bahwa proses penyusunan RPJMD telah dimulai sejak awal tahun. “Tahap pertama berupa penetapan tim, dilanjutkan dengan tahap orientasi RPJMD bersama Bappenas serta diskusi dengan tim transisi, telah dilakukan pada Januari 2025,” ujarnya.

Selama dua bulan penyusunan awal, lanjut Denny, Pemerintah Kota Bogor telah menggelar 12 kali konsultasi publik dengan berbagai topik. “Antara lain terkait anak, pendidikan, stunting dan ODF, kemiskinan dan pengangguran, AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM), kesehatan mental, inovasi dan ekonomi kreatif, riset kampung tematik, infrastruktur tematik, lingkungan dan kebencanaan, ekonomi, serta misi Wali Kota,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Denny memaparkan bahwa tahapan berikutnya mencakup forum perangkat daerah RPJMD dan RKPD, serta konsultasi publik pada Maret 2025. Setelah itu, dokumen akan masuk ke tahap pembahasan dengan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor dan dilanjutkan konsultasi dengan Gubernur Jawa Barat pada April 2025.

“Jadi, itu tahapan-tahapan penyusunan RPJMD yang memakan waktu cukup lama. Harapannya, mudah-mudahan Perda RPJMD bisa ditetapkan pada Agustus 2025, beriringan dengan penyampaian KUA-PPAS Tahun 2026,” kata Denny.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi, menjelaskan bahwa RPJMD akan menjadi dokumen utama yang merangkum visi, misi, dan program prioritas kepala daerah.

“Dokumen ini mengacu pada visi-misi yang disampaikan saat kampanye di KPUD Kota Bogor. Nantinya, akan diurai ke dalam berbagai program prioritas dan indikator capaian untuk mewujudkan lima target utama, yakni Bogor Beres, Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar,” terang Rudy. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *