“Kita tidak boleh lagi membiarkan konversi lahan sembarangan untuk vila atau cottage yang merusak fungsi resapan air,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya sinergi jangka panjang dalam penanganan sampah dan pemulihan lingkungan.
“Selanjutnya, kita semua di Provinsi Bali harus menjaga kembali kualitas alamnya agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” ucapnya.
Gerakan kolaboratif ini menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana membutuhkan sinergi multipihak. KLH bersama pemerintah daerah, komunitas, sektor swasta, dan BUMN berkomitmen mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat agar Bali tangguh menghadapi bencana di masa depan. (Nicko)***
