News

Ribuan Pecalang Bali Tolak Ormas Bertindak Premanisme

×

Ribuan Pecalang Bali Tolak Ormas Bertindak Premanisme

Sebarkan artikel ini
FotoJet 10 7
Pecalang

KITAINDONESIASATU.COM – Ribuan pecalang dari seluruh wilayah Bali berkumpul dalam acara Gelar Agung Pecalang Bali yang berlangsung di kawasan Renon, Denpasar, pada Sabtu (17/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, para pecalang meneriakkan yel-yel semangat sebagai bentuk persatuan dan solidaritas dalam menjaga keamanan adat di Pulau Dewata.

Gelar Agung Pecalang Bali ini bukan sekadar ajang pertemuan rutin, melainkan juga momentum penting untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mengatasnamakan penjaga ketertiban namun justru melakukan tindakan berbau premanisme.

Baca Juga  Adies Kadir Tinggalkan DPR Usai Ditetapkan Jadi Hakim MK

Para pecalang menolak keras kehadiran kelompok-kelompok seperti itu yang dapat merusak tatanan keamanan masyarakat Bali.

Selain menegaskan penolakan terhadap ormas yang menyimpang, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan penuh pecalang terhadap keberlanjutan Sistem Keamanan Terpadu Berbasis Desa Adat atau Sipandu Beradat.

Sistem ini dianggap sebagai solusi ideal dalam menjaga stabilitas dan ketentraman di lingkungan masyarakat adat Bali, karena melibatkan langsung unsur lokal yang memahami nilai-nilai tradisi dan budaya setempat.

Tak hanya itu, pecalang juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh peran TNI dan Polri dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di Bali.

Baca Juga  Petani di Gresik Tewas Mengenaskan Usai Tersambar Petir, Begini Kronologinya!

Sinergi antara pecalang, aparat keamanan negara, dan sistem keamanan berbasis adat diyakini akan menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Melalui acara ini, para pecalang menunjukkan bahwa desa adat tidak hanya berfungsi sebagai pelestari budaya, tetapi juga garda terdepan dalam mendukung keamanan yang inklusif dan bebas dari kekerasan.

Keikutsertaan aktif ribuan pecalang mencerminkan semangat kolektif warga Bali dalam menolak segala bentuk premanisme dan memperkuat peran lokal dalam menjaga ketertiban masyarakat.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *