Dengan keputusan AJC berhenti cetak, Morse menekankan bahwa investasi pada jurnalisme digital akan memperkuat dampak yang bisa diberikan AJC dalam beberapa dekade ke depan. Langkah ini, katanya, adalah kunci transformasi media digital.
Selama dua tahun terakhir, Atlanta Journal-Constitution telah berinvestasi besar-besaran dalam konten digital. Mereka meluncurkan buletin, podcast, serta video orisinal untuk menjangkau audiens lintas platform. Organisasi ini juga memperluas cakupan berita dengan membuka biro baru di Athena, Macon, dan Savannah.
Menurut Pemimpin Redaksi Leroy Chapman, “Kami tidak meninggalkan pembaca, melainkan melangkah maju bersama mereka.”
Ia menegaskan bahwa meskipun surat kabar berusia 150 tahun ini akan menghentikan cetaknya, misinya tetap sama: memberikan jurnalisme penting yang relevan, berkelanjutan, dan mampu melintasi generasi.
Sejarah panjang Atlanta Journal-Constitution juga tidak bisa dilepaskan dari Cox Enterprises, perusahaan induknya.
Cox membeli Atlanta Journal pada 1939, lalu mengakuisisi Constitution pada 1950, hingga akhirnya menggabungkan keduanya pada 2001.
Saat ini, Cox masih memiliki beberapa media lain, termasuk Dayton Daily News, melalui Cox First Media.
Namun, keputusan AJC berhenti cetak hanya berlaku untuk AJC, tidak berdampak pada surat kabar lain.
