KITAINDONESIASATU.COM– Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hj Hakanna, mengadakan reses masa sidang kedua tahun 2025 di Dapil 2 Bogor Selatan. Kegiatan ini mencakup kawasan Kelurahan Cipaku, Muarasari, Harjasari, Ranggameka, dan Genteng.
Dalam reses tersebut, Hj. Hakanna menemukan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama terkait usaha mikro kecil menengah (UMKM), pengelolaan aset daerah, dan fasilitas Posyandu yang tidak layak.
“Saya turun ke bawah dan mendapati banyak keluhan dari pemilik UMKM mengenai kekurangan modal. Banyak dari mereka terpaksa meminjam ke ‘bank emok’ atau rentenir dengan bunga yang sangat tinggi,” ungkap Hj. Hakanna, Selasa 4 Maret 2025.
Ia menunjukkan keprihatinannya dan menganggap kolaborasi dengan dinas terkait sangat penting dalam mencari solusi.
“Insya Allah setelah Lebaran saya akan mempelajari alur pengajuan ini ke dinas-dinas agar bisa terselesaikan,” tambahnya.
Hj. Hakanna juga menyoroti masalah aset Pemkot yang belum dimanfaatkan dengan optimal.
“Di Bogor Selatan, banyak aset Pemkot yang terbengkalai. Saya harus mempertanyakan kepada dinas terkait agar aset ini bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Hal ini tidak hanya akan membantu kesejahteraan warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” tegasnya.
Selain itu, ia menemukan keluhan kondisi banyak Posyandu yang tidak layak pakai.
“Kami mendapatkan informasi dari warga bahwa infrastruktur dan fasilitas di banyak Posyandu di wilayah ini sangat memprihatinkan. Kami akan mencari solusi agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” tutup Hj. Hakanna. (Nicko/aps)

