KITAINDONESIASATU.COM-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon tengah melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kranggot. Hal ini terkait dengan keluhan warga mengenai semrawutnya kios dan kemacetan lalu lintas di sekitar area pasar.
Kepala Bidang Perdagangan, Fitriadi Ahmad, menegaskan bahwa relokasi dilakukan secara bertahap dengan pendekatan humanis. “Relokasi bukan penggusuran. Semua pedagang yang ada akan disiapkan tempat yang lebih layak dan sesuai zona. Ini demi kenyamanan kita bersama,” ujarnya dalam program Halo RRI, Senin (23/6/2025),
Keluhan dari masyarakat memicu kekhawatiran pedagang akan tempat baru yang mungkin sepi. Akan tetapi, Ahmad menyatakan bahwa lokasi relokasi dipastikan tetap strategis dan mudah diakses, serta didampingi dengan sosialisasi kepada pembeli.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Cilegon telah menyiapkan area cadangan di Hanggar 1, 2, 3, dan Bongkar Muat. Para pedagang yang tidak tertampung akan diarahkan ke zona tersebut. “Dengan penataan ini, kami memastikan aktivitas jual beli berjalan lancar tanpa mengganggu lalu lintas,” ujar Fitriadi.
Penertiban PKL dilakukan hingga 24 Juni mendatang dan diharapkan mulai 25 Juni, kondisi pasar akan lebih tertata dan tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas di sekitar pasar.


