“Kami berharap kerja bakti seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, serta instansi terkait adalah kunci untuk mempercepat pemulihan dan pembersihan di kawasan ini,” jelasnya.
Selain itu, Agus mengingatkan bahwa Cirebon masih dalam status siaga bencana berdasarkan darurat meteorologi yang diperkirakan akan berlangsung hingga Juni 2025.
Dengan musim hujan yang masih berlangsung, pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi menjadi fokus utama. Pemerintah Kota Cirebon akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan masyarakat untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan efisien.
“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang telah bekerja keras menangani masalah ini. Kami juga menghargai seluruh perangkat daerah dan Forkopimda yang bergerak bersama masyarakat untuk memastikan pembersihan ini berjalan lancar,” ungkap Agus.
Upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan juga akan terus diperkuat. Diharapkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai instansi terkait dapat terus terjalin untuk mencapai hasil optimal dalam penanggulangan bencana. ***


