News

Ratusan Warga Geruduk Kantor Bupati, Isu Geothermal Meledak di Cianjur

×

Ratusan Warga Geruduk Kantor Bupati, Isu Geothermal Meledak di Cianjur

Sebarkan artikel ini
Warga Cianjur
Dok. Warga Cianjur menolak proyek geothermal.

KITAINDONESIASATU.COM –  Gelombang protes besar mengguncang Kabupaten Cianjur, Rabu (10/12) siang. Ratusan warga dari kecamatan-kecamatan di kaki Gunung Gede-Pangrango menyerbu Kantor Bupati Cianjur untuk menagih janji kampanye Mohammad Wahyu Ferdian yang pernah bersumpah akan menolak dan melawan proyek pembangkit listrik panas bumi (geothermal).

Dengan konvoi kendaraan dari wilayah utara Cianjur, massa langsung menggelar orasi panas di depan kantor bupati. Keresahan mereka sama, proyek geothermal yang masuk wilayah Pacet dan Cipanas dinilai mengancam lingkungan dan keselamatan warga.

Perwakilan massa, Deden Patra, menegaskan bahwa warga hanya ingin bupati memenuhi janjinya.

“Dulu beliau berkata akan menolak geothermal karena bisa merusak lingkungan, tapi sekarang saat kami mengadu nasib, bupati tidak ada,” tegasnya.

Absennya bupati justru memicu kemarahan yang semakin membara. Sejumlah tokoh masyarakat naik ke mobil komando, menyuarakan kekecewaan mereka di bawah pengawalan ketat TNI/Polri, Satpol PP, dan Dishub Cianjur.

Warga menilai proyek geothermal berpotensi mengganggu stabilitas alam di kawasan Gunung Gede-Pangrango—wilayah yang pernah diterjang gempa Magnitudo 5,6 pada 2022, yang menewaskan lebih dari 600 warga dan merusak belasan desa.

“Kami sangat kecewa. Bupati berjanji akan melawan, tapi sekarang menghilang. Kami takut proyek geothermal memicu bencana baru. Kami akan terus menolak,” seru salah satu orator.

Kemarahan itu semakin memuncak. Massa menyebut ketidakhadiran sang bupati sebagai bukti bahwa Cianjur tak lagi punya pemimpin yang berdiri bersama rakyat.

Gerakan ini tak berhenti di Cianjur. Warga berencana melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Jawa Barat di Bandung, mendesak Pemprov agar ikut menolak pembangunan pembangkit panas bumi di kawasan konservasi itu.

Sementara itu, di media sosial, video janji kampanye Bupati Mohammad Wahyu Ferdian kembali viral, menampilkan dirinya berkomitmen menolak geothermal dan berjanji menjadikan Pacet–Cipanas sebagai destinasi wisata kelas nasional layaknya kawasan Bromo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *