News

Rajapolah, Pusat Kerajinan Anyaman Bambu yang Menjadi Ikon Tasikmalaya

×

Rajapolah, Pusat Kerajinan Anyaman Bambu yang Menjadi Ikon Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini
FotoJet 59
Anyaman bambu

KITAINDONESIASATU.COM – Kerajinan anyaman bambu merupakan salah satu seni tradisional yang telah ada sejak lama.

Proses pembuatannya melibatkan pemilihan bambu yang kuat dan fleksibel, lalu dipotong dan dianyam dengan tangan.

Kerajinan ini menghasilkan berbagai produk, seperti tikar, keranjang, tas, dan alat rumah tangga seperti dandang dan tempat sampah.

Bambu yang indah dan kuat menjadi bahan yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kerajinan ini mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal yang terus dilestarikan.

Rajapolah, di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dikenal sebagai pusat kerajinan anyaman bambu. Meskipun terpengaruh modernisasi, kerajinan ini tetap bertahan dan berkembang, bahkan menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif setempat.

Baca Juga  Presiden Prabowo Setujui Pembentukan Tim Investigasi Independen Demo Akhir Agustus

Posisi strategis Rajapolah di jalur utama antara Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadikannya pusat promosi dan pemasaran produk kerajinan yang menarik perhatian wisatawan.

Kerajinan anyaman Rajapolah dimulai pada abad ke-19 dan diwariskan secara turun-temurun.
Pada 1890, Martadinata (Haji Soleh) mengembangkan teknik anyaman bambu halus yang menjadi produk unggulan Tasikmalaya.

Kerajinan ini mendapatkan perhatian dari pemerintah Hindia Belanda pada 1904 dan mulai dipasarkan lebih luas. Pada 1915-an, tikar aria yang nyaman digunakan mulai diproduksi, dan pada 1920-an, tudung anyaman mulai terkenal.

Baca Juga  Investor Asal Tiongkok Masuk, Proyek Listrik dari Sampah Bogor Ditarget Beroperasi 2027

Kerajinan Rajapolah semakin mendunia melalui pameran di kota-kota besar, bahkan hingga ke Belanda.

Pada 1962, perajin Di’mat Sastrawiria menambahkan produk baru, seperti tas, dompet, kipas, dan tempat pensil.

Sejak dekade 1990-an, kerajinan Rajapolah mencapai puncak kejayaannya dan menjadi ikon Kabupaten Tasikmalaya.

Kini, kerajinan ini tak hanya mendatangkan pendapatan bagi masyarakat setempat, tetapi juga turut mempromosikan Tasikmalaya di tingkat nasional dan internasional.

Kerajinan anyaman Rajapolah tetap menjadi warisan budaya yang penting dan memberikan peluang ekonomi bagi generasi mendatang.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *