KITAINDONESIASATU.COM– Di tengah ancaman krisis pangan global dan meningkatnya kebutuhan protein hewani di dalam negeri, kiprah alumni IPB University kembali menorehkan cerita inspiratif. Dari tangan dingin seorang alumnus Fakultas Peternakan, Koes Hendra, lahirlah inovasi pakan ternak SJFeed, produk hasil riset yang terbukti mampu meningkatkan bobot sapi hingga 1,3 kilogram per hari.
Inovasi ini bukan sekadar terobosan di bidang peternakan, tetapi juga wujud nyata kontribusi alumni perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Koes Hendra, yang kini menjabat sebagai Founder SJFeed, menegaskan bahwa kualitas pakan merupakan kunci utama dalam meningkatkan produktivitas peternakan.
“Dengan konsentrat Super Feed, kenaikan bobot sapi bisa mencapai 1,3 kilogram per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mengandalkan rumput,” ungkap Koes, dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Oktober 2025.
Kisah inovasi ini berawal dari riset kecil yang dilakukan Koes semasa kuliah di IPB University. Saat itu, ia mencoba membudidayakan ulat hongkong dan menemukan bahwa by product-nya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak bernilai gizi tinggi. Dari eksperimen sederhana itulah lahir formula pakan berprotein tinggi yang kini berkembang menjadi lini utama di bawah PT Sugeng Jaya Group.
“SJFeed lahir dari riset panjang sejak saya masih mahasiswa Fakultas Peternakan. Awalnya kami membudidayakan ulat hongkong, lalu mengembangkan by product menjadi pakan ternak. Kini, Super Feed menjadi produk utama dengan permintaan pasar yang terus tumbuh,” jelasnya.
Hingga tahun 2025, SJFeed telah mengoperasikan dua pabrik di Bogor dan Temanggung, serta tengah membangun fasilitas baru di Mojokerto. Perusahaan juga memperluas jaringan distribusi melalui gudang di Palembang, Banten, dan Lampung, dengan target pendapatan mencapai Rp12 miliar pada tahun 2025.
Menurut Koes, pakan ternak menyumbang hingga 80 persen biaya operasional peternakan, sehingga efisiensi menjadi kebutuhan mendesak bagi para peternak.
“Melalui pakan berkualitas, kita tidak hanya membantu peternak menekan biaya, tapi juga meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak,” ujarnya.


