KITAINDONESIASATU.COM – Gedung Trans7 didatangi oleh massa dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan alumni pesantren yang menggelar aksi protes. Mereka hadir sambil berselawat, membawa spanduk bertuliskan “Menciderai Marwah Pesantren Tangkap Direksi Trans7”, serta menyanyikan mars NU dan lagu Indonesia Raya.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penjagaan marwah pesantren sekaligus respon terhadap pemberitaan yang dianggap tidak proporsional terhadap dunia pesantren. Para peserta aksi tampak mengenakan pakaian putih dan gelap, sebagian memakai kemeja loreng. Sekitar pukul 09.45 WIB, sejumlah pengunjuk rasa bersama satu mobil komando memasuki halaman gedung Trans7.
“Berkat pengajian dan pendidikan dari ulama pesantren sampai sekarang kita demikian kuat dan kokoh, Alhamdulillah kita hidup tenang,” kata KH Samsul Ma’arif, Ketua PWNU DKI Jakarta, dari atas mobil komando di depan gedung Trans7, seperti diberitakan Antara.
Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Wolter Monginsidi dan Gatot Soebroto padat merayap selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Sebelumnya, Production Director Trans7, Andi Chairil, telah menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tayangan program “Xpose Uncensored” edisi 13 Oktober 2025 yang menuai kecaman publik karena dinilai menyinggung kalangan pesantren dan kiai di Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Permintaan maaf itu disampaikan melalui video resmi di kanal YouTube Trans7 Official, Selasa (14/10).
Dalam video tersebut, pihak Trans7 menegaskan tidak ada unsur kesengajaan untuk menyinggung atau merendahkan lembaga pesantren maupun tokoh agama mana pun. (*)



