KITAINDONESIASATU.COM – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Bandung Barat. Insiden terbaru menimpa puluhan siswa SMKN 1 Cisarua pada Rabu, 15 Oktober 2025, hanya sehari setelah kejadian serupa di SMPN 1 Cisarua. Peristiwa beruntun ini memicu kekhawatiran publik mengenai keamanan makanan dari program pemerintah tersebut.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, sedikitnya 21 siswa mengalami gejala mual, pusing, dan muntah usai menyantap makanan dari paket MBG yang dibagikan di sekolah. Beberapa siswa mulai merasa tidak enak badan setelah jam istirahat hingga akhirnya pihak sekolah mengevakuasi mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.
Proses evakuasi berlangsung bertahap karena jumlah siswa yang mengeluh terus bertambah. Beberapa di antaranya dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan warga menuju RSUD Cibabat Cimahi serta RS Cahya Kawaluyaan Padalarang, sementara korban dengan gejala ringan dirawat di puskesmas.
Suasana sekolah sempat panik ketika beberapa siswa jatuh lemas di area kelas dan halaman, sebelum petugas medis datang memberikan pertolongan pertama.
Hingga sore hari, petugas kesehatan masih melakukan observasi dan pemeriksaan terhadap para korban. Dugaan sementara mengarah pada makanan dari paket MBG yang dibagikan saat jam makan siang. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat telah menurunkan tim untuk mengambil sampel makanan guna dilakukan uji laboratorium terkait kemungkinan adanya bahan berbahaya atau kontaminasi.
Kasus ini mendapat perhatian luas karena terjadi dua hari berturut-turut di kecamatan yang sama. Masyarakat menilai pengawasan terhadap program MBG harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang. Program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan membantu pemenuhan gizi pelajar, namun rentetan kasus keracunan membuat publik mempertanyakan standar keamanan pangan dalam proses distribusi dan penyajiannya.
Sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah untuk memastikan kondisi anak mereka, sementara sebagian lainnya langsung menjemput ke rumah sakit.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan Bandung Barat terkait jumlah pasti korban maupun hasil pemeriksaan sampel. Namun, warga menyebut jumlah siswa yang menunjukkan gejala masih bisa bertambah.
Insiden ini menambah panjang daftar kasus keracunan makanan di sekolah-sekolah Bandung Barat dalam sepekan terakhir.
Pemerintah daerah pun didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG agar kejadian serupa tak kembali terjadi. (*)


