News

Publik Indonesia Bela Tim SAR dalam Tragedi Juliana Marins, Evakuasi di Rinjani Terkendala Cuaca dan Medan Ekstrem

×

Publik Indonesia Bela Tim SAR dalam Tragedi Juliana Marins, Evakuasi di Rinjani Terkendala Cuaca dan Medan Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan Hadapi Medan Ekstrem Selamatkan Pendaki Brasil di Rinjani
Tim Sar mengevakuasi pendaki warga Brasil (Humas Polri)

KITAINDONESIASATU.COM – Warganet Indonesia ramai-ramai membela Tim SAR setelah muncul kritik dari publik Brazil yang menilai proses evakuasi Juliana Marins, wisatawan asal Brazil yang jatuh di Gunung Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025, berlangsung terlalu lambat.

Tim SAR dinilai telah mengerahkan upaya maksimal untuk menyelamatkan Juliana, yang dilaporkan jatuh ke dalam jurang berkedalaman ratusan meter di sekitar kawasan Cemara Nunggal, Gunung Rinjani. Korban terperangkap selama 48 jam tanpa logistik.

Setelah menerima laporan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Kantor SAR Mataram langsung mengerahkan puluhan personel ke lokasi. Namun, misi penyelamatan menghadapi hambatan serius akibat cuaca ekstrem dan medan pegunungan yang sulit dijangkau.

“Korban jatuh di sekitar Cemara Nunggal, yang merupakan jurang dengan medan sangat ekstrem,” jelas Koordinator Lapangan SAR Mataram, I Kadek Agus Ariawan.

Sebagian warga Brazil mempertanyakan mengapa evakuasi tidak dilakukan menggunakan helikopter. Menanggapi itu, pilot Gerry Soejatman menjelaskan bahwa Basarnas memang memiliki armada helikopter seperti AW139 dan AS365, namun penggunaannya sangat tergantung cuaca dan kondisi lokasi.

“Kejadian lokasi ada di ketinggian 10,000 kaki, dimana korban jatuh di lereng ke ketinggian sekitar 9400ft. Mau terbang mountain rescue benar-benar tergantung dengan cuaca dan kemampuan helicopter,” ungkapnya.

Pada akhirnya, pada Selasa, 24 Juni 2025, Tim SAR berhasil mencapai titik lokasi jatuhnya Juliana yang ternyata lebih dalam dari perkiraan awal.

“Pukul 18.00 WITA rescuer Hafid berhasil menjangkau korban pada kedalaman 600 meter yang kita sebut datum point. Sebelumnya kita perkirakan korban ada di posisi kedalaman 400 meter,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *