News

PT Pertamina Diminta Ganti Kapal yang Usianya Sudah Lebih Dari 30 Tahun

×

PT Pertamina Diminta Ganti Kapal yang Usianya Sudah Lebih Dari 30 Tahun

Sebarkan artikel ini
Kapal Pertamina

KITAINDONESIASATU.COM – PT Pertamina diminta untuk segera membeli 80 kapal baru buatan dalam negeri. Pasalnya, 300 kapal yang beroperasi saat ini usianya sudah diatas 30 tahun dan harus segera diganti.

Perintah itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto yang dibocorkan oleh adinya Hashim Djojohadikusumo. Di mana presiden menyebut dari sekitar 300 kapal Pertamina, ada puluhan yang harus diganti karena usianya di atas 30 tahun.

“Pak Prabowo sudah katakan dia mau affirmative action. Nanti Pertamina akan didorong untuk beli kapal-kapal dari dalam negeri,” kata Hashim, yang dikutip Jumat (25/10).

“Semua galangan kapal akan dapat order-order, saya tidak dapat komisi dari galangan kapal, ya. Saya tidak punya galangan kapal, saya sudah cukup ini,” canda Hashim disambut gelak tawa pengusaha.

Hashim merinci 80 kapal tersebut berbobot kurang dari 17.500 ton dan produsen di Indonesia seharusnya mampu membuat kapal-kapal tersebut. Meski kapal buatan Indonesia mahal, namun harganya masih kalah murah dari produksi Korea Selatan dan China.

“So, kita nanti harus lihat. Kawan-kawan Kadin tolong ya bidang industri, ini yang mana yang bisa kita kurangi cost-nya dan banyak cost itu dibuat oleh aturan manusia. Kalau manusia buat aturan, manusia bisa ubah aturan. So, ini aturan-aturan apa yang bisa kurangi cost of production,” ujar Hashim.

“Nanti pemerintah akan kasih, paling sedikit 80 kapal lah akan diberikan order. Itu belum termasuk Pelni, baru Pertamina saja. Saya dengar ada 15 kapal yang ukuran 15 ribu ton, itu pun bisa dibangun di Indonesia,” janjinya kepada pengusaha Kadin.

Menurut Hashim, tekad Presiden Prabowo Subianto adalah Indonesia mampu mengerjakan proyek tersebut, dan jika bisa dikerjakan sendiri, Prabowo ingin semuanya digarap di tanah air.

“Galangan kapal bisa dapat order. Ekonomi sekitar, kaki lima atau warteg bisa dapat (pemasukan), pekerja-pekerja, dan nanti industri besi baja,” tutup Hashim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *