Berita UtamaNews

Protes Internal PKS: 28 Dewan Pakar Mengundurkan Diri dan Kembalikan Atribut

×

Protes Internal PKS: 28 Dewan Pakar Mengundurkan Diri dan Kembalikan Atribut

Sebarkan artikel ini
FotoJet 15 2
PKS kini banyak diisi kalangan muda. -Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Sebanyak 28 anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan untuk mengundurkan diri dari partai sebagai bentuk protes dan kekecewaan.

Tidak hanya itu, mereka juga menyerahkan kembali atribut partai, seperti jas berlogo PKS, pin, dan kartu tanda anggota (KTA).

Mayjen (Purn) Soenarko, salah satu anggota Dewan Pakar PKS, menyampaikan bahwa mereka merasa perlu mengembalikan seluruh atribut partai sebagai simbol pengunduran diri.

Setelah memberikan pernyataan sikap di Jakarta pada Senin, 26 Agustus 2024, Soenarko dan anggota Dewan Pakar lainnya menyerahkan jas PKS mereka kepada dokter Wibowo, yang mewakili partai.

Seremoni tersebut ditandai dengan pelukan hangat antara Soenarko dan Wibowo sebagai tanda perpisahan.

Keputusan ini dipicu oleh langkah PKS untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024, yang mendukung pasangan M. Ridwan Kamil-Suswono.

Keputusan tersebut dianggap oleh Dewan Pakar sebagai pengkhianatan terhadap prinsip perjuangan partai yang selama ini mereka yakini.

Keputusan PKS untuk meninggalkan dukungan terhadap Anies Rasyid Baswedan dalam Pilgub Jakarta 2024 juga menjadi salah satu alasan utama kekecewaan mereka.

Soenarko menyatakan bahwa keputusan untuk hengkang dari PKS diambil karena mereka merasa partai telah menyimpang dari jalur perjuangannya.

Menurutnya, PKS yang dulu berjuang bersama rakyat kini lebih berorientasi pada kekuasaan dan tidak lagi memperjuangkan kepentingan rakyat. Dia juga mengkritik keputusan PKS yang mendukung Bobby Nasution di Sumatera Utara, yang dinilainya melanggengkan politik dinasti Presiden Joko Widodo.

Dalam pernyataannya, Soenarko menegaskan bahwa langkah PKS yang bergabung dengan KIM dan terlibat dalam Pilpres 2024 dianggap sebagai tindakan yang tidak jujur dan tidak mendengarkan aspirasi mayoritas rakyat.
Karena alasan inilah, Soenarko bersama dengan 27 anggota Dewan Pakar lainnya memilih untuk mengundurkan diri dari partai.

Dengan keputusan ini, mereka berharap dapat tetap berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, sesuai dengan prinsip-prinsip yang mereka yakini.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *