Berita UtamaNews

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Awal Tahun Depan Sasar 15 Juta Orang

×

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Awal Tahun Depan Sasar 15 Juta Orang

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 11
Makan bergizi gratis

KITAINDONESIASATU.COM – Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan dimulai pada 2 Januari 2025 mendatang. Nantinya, pemberian makan gratis itu akan diberikan ke 15 juta orang lebih yang menjadi target penerima.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, nantinya program makan bergizi gratis akan diberikan ke 15 juta orang. “Minimal 15 juta, minimal ya. Datanya ada nanti,” katanya, yang dikutip (11/9).

Menurut Dadan, data penerima itu merupakan hasil pemetaan langsung oleh Badan Gizi Nasional dan berasal dari Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Sosial. “Enggak (data Kemendagri dan Kemensos), kita punya data sendiri, ada, ada datanya,” ujarnya.

Dadan menambahkan, pelaksanaan program itu sepenuhnya dari anggaran Badan Gizi Nasional yang senilai Rp71 triliun. Namun, ia menekankan anggaran Rp 71 triliun itu juga sebetulnya bagian dari anggaran operasional Badan Gizi Nasional.

“Untuk detail anggarannya belum bisa menyebutkan, sebab saat ini pihaknya tengah merampungkan Struktural Organisasi dan Tata Kelola (SOTK), Rencana Kerja (Renja), Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), serta Rencana Strategis (Renstra),” imbuh Dadan.

Khusus untuk SOTK, sambung Dadan, dia memastikan akan selesai pada pekan ini, sebab sudah masuk dalam tahap analisis di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Kementerian PANRB.

“Nanti ada teknisnya detail. Kita sekarang fokus dulu sedang menyelesaikan SOTK, Renja, RKA, sama Renstra. Kalau sudah selesai, sudah masuk di dalam Undang-Undang APBN, baru kita jelaskan,” tegas Dadan.

Mengutip data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, total penerima program Makan Bergizi Gratis sebanyak 15,42 juta jiwa, yang terdiri dari anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di 514 kabupaten atau kota. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *