KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengungkapkan bahwa lahan persawahan di Desa Carikan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan memiliki produktivitas sawah yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Kondisi ini memberikan harapan besar bagi pencapaian swasembada pangan di Indonesia.
“Desa Carikan memiliki luas lahan sawah sekitar 73 hektare dengan tingkat produksi mencapai 7,2 ton per hektare. Angka ini jauh melampaui rata-rata nasional yang hanya 5,2 ton per hektare. Para petani di sini masih berupaya meningkatkan hasil panen hingga 8 ton, bahkan menargetkan 10–11 ton jika semua faktor pertanian berjalan optimal,” ujar Kharis saat kunjungan ke Carikan, Magetan, Jawa Timur, seperti tertulis di laman resmi DPR RI pada Kamis (20/2/2025).
Dalam kunjungannya, Kharis juga mendengarkan keluhan petani mengenai kurangnya curah hujan di beberapa wilayah Magetan yang berdampak pada keterbatasan masa tanam.
“Kendala utama yang dihadapi petani adalah ketersediaan air. Saat ini, mereka hanya dapat melakukan dua kali masa tanam dalam setahun. Idealnya bisa tiga kali, meskipun yang ketiga harus berupa palawija atau tebu, seperti yang terlihat di sekitar area ini,” jelasnya.
Selain masalah irigasi, Kharis turut menyoroti kinerja Perum Bulog yang dinilai telah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini mendapat apresiasi tinggi dari para petani.
“Bulog telah melaksanakan kebijakan Presiden dengan baik. Petani cukup menumpuk hasil panennya di pinggir jalan, kemudian gabah ditimbang, dibayar, dan langsung diangkut oleh Bulog. Proses ini sangat membantu petani dalam mendapatkan harga terbaik,” ungkapnya.
Petani juga menyampaikan keluhan terkait terbatasnya alat panen modern yang belum menjangkau seluruh desa di Magetan.
“Saya memahami bahwa tidak mungkin setiap desa memiliki alat panen sendiri karena penggunaannya hanya sekitar 10 hari dalam setahun. Solusi yang lebih efektif adalah mendatangkan alat panen dari luar agar penggunaannya lebih efisien,” kata Kharis.
Di akhir kunjungan, Kharis mengapresiasi sinergi antara berbagai pemangku kepentingan yang telah bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Magetan.- ***

